Secara teori, demokrasi langsung seperti model Pilkada kurang cocok bagi masyarakat dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan literasi rendah seperti indonesia.
Kualitas demokrasi lokal tidak ditentukan semata oleh mekanisme pemilihan, melainkan oleh mutu komunikasi politik yang menyertainya. Baik melalui pilkada langsung maupun lewat DPRD.
Demokrasi yang sehat memerlukan keberanian mendengar suara rakyat sepahit apapun itu. Jika kritik bencana ditanggapi bangkai ayam dan ancaman fisik, untuk siapa tata kelola SDA ini dibangun?
Pilkada tidak langsung tidak serta merta akan menghapuskan budaya politik uang. Politik uang akan tetap beroperasi, meski segmen perputarannya terjadi dalam skala yang lebih kecil.
Wacana pilkada oleh DPRD berisiko memperkuat konsentrasi kekuasaan di tangan elite politik lokal. Proses politik menjadi semakin tertutup dan sulit diawasi publik.
Sebagai putra sulung B.J Habibie, Ilham Habibie banyak berkutat di isu-isu demokrasi. Ia sempat menjajal panggung politik saat bertarung di Pilkada Jawa Barat.
Kualitas demokrasi tidak diukur dari seberapa steril ruang digital dari ujaran kebencian, melainkan dari seberapa bebas rakyatnya berbicara tanpa rasa takut.
Kita tak akan pernah bisa menjadi bangsa yang besar jika politisi, birokrasi, polisi, dan tentara tidak memiliki pegangan ideologi yang menjunjung integritas.
LPEM FEB UI mengkritik penggunaan statistik ekonomi pemerintah yang diklaim sebagai 'kosmetik' dan tidak mencerminkan kondisi nyata masyarakat, memicu demonstrasi besar pada Agustus 2025.
Demokrasi membutuhkan ruang diskursus, perbedaan pendapat yang tajam seharusnya diperbolehkan dan dilindungi. Negara tidak dapat memonopoli tafsir opini yang sah dan yang subversif.