Blue Bird Target Operasikan 2 Ribu Taksi Listrik pada 2022

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ekarina

13/9/2019, 11.21 WIB

Investasi pengadaan kendaraan listrik bisa enam kali lebih mahal dari pembelian kendaraa taksi reguler.

Para Mentri indonesia dan pihak Bluebird meresmikan peluncuran taksi listrik oleh Bluebird  di kantor Pusat Bluebird Group, Jakarta Selatan (22/3). Penggunaan armada taksi listrik ini menjadi salah satu langkah awal dan wujud nyata akan kontribusi Bluebir
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Para Mentri indonesia dan pihak Bluebird meresmikan peluncuran taksi listrik oleh Bluebird  di kantor Pusat Bluebird Group, Jakarta Selatan (22/3). Penggunaan armada taksi listrik ini menjadi salah satu langkah awal dan wujud nyata akan kontribusi Bluebird terhadap pelestarian lingkungan, khususnya di Indonesia.

PT Blue Bird Tbk (BIRD) berecana menambah dua ribu unit taksi listrik dalam dua tahun ke depan. Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Noni S. Purnomo mengatakan penggunaan taksi listrik diharapkan bisa menekan ongkos bahan bakar hingga 35%.

"Target panjangnya 5 tahun, tapi mudah-mudahan dalam waktu dua tahun ini bisa terjadi," kata Noni di Jakarta, Kamis (12/9).

Dia menyatakan, investasi pengadaan taksi listrik hingga saat ini masih dihitung.  Namun, untuk pendanaan, menurut dia bakal berasal dari fund raising atau pendanaan dari investor. 

(Baca: Pertama di RI, Blue Bird Operasikan 30 Taksi Listrik pada Mei 2019)

Pada Mei 2019, Blue Bird diketahui telah mengoperasikan 30 unit mobil listrik sebagai armada taksi Bluebird dan Silverbird. Jenis mobil listrik yang digunakan MPV BYD e6 A/T dan Tesla model 75D A/T.

Noni mengatakan, pihaknya merasakan manfaat penggunaan taksi listrik berupa berkurangnya bahan bakar hingga 35%. Meski begitu, dia mengakui investasi pengadaan kendaraan listrik bisa enam kali lebih mahal dari pembelian kendaraa taksi reguler.

Pembiayaan taksi listrik selama ini berasal dari subsidi. "Tapi kan tidak bisa terus-terusan subsidi," ujar dia.

Karena itu, dia menyatakan masih menunggu insentif bagi kendaraan listrik. Insentif tersebut dapat berupa keringanan bea masuk agar produsen dalam negeri diberi kemudahan untuk memproduksi kendaraan listrik.

(Baca: Blue Bird Gelontorkan Rp 40 Miliar Untuk Datangkan Mobil Listrik)

Jika kendaraan listrik sudah bisa diproduksi di dalam negeri, harga kendaraan listrik akan lebih terjangkau dan Blue Bird bisa mempercepat proses pembelian. "Semakin cepat dapat insentif, maka setiap tahun kami bisa beli banyak kendaraan listrik," kata Noni.

Selain itu, ia menilai dalam pengembangan kendaraan listrik listrik di Indonesia, perlu penambahan infrastruktur stasiun pengisian daya kendaraan. Sehingga bisa meningkatkan kenyamanan, pengguna taksi.

Blue Bird sendiri menyatakan pihaknya bakal menambah 2 stasiun pengisian listrik ke depan, yaitu di  Bandara Soekarno Hatta dan kantor pusat Blue Bird. 

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan