Neraca Dagang Surplus Tipis, Rupiah Menguat ke 14.042 per Dolar AS

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Agustiyanti

16/9/2019, 16.51 WIB

Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore ini, Senin (16/9) menguat 0,54% atau 75 poin ke posisi Rp 14.042 per dolar AS.

rupiah, dolar AS
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Ilustrasi. Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore ini, Senin (16/9) menguat 0,54% atau 75 poin ke posisi Rp 14.042 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore ini, Senin (16/9) menguat 0,54% atau 75 poin ke posisi  Rp 14.042 per dolar AS. Penguatan rupiah antara lain didorong rilis data neraca perdagangan yang mencatatkan surplus tipis sebesar US$ 85 juta.

Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate menempatkan rupiah pada posisi Rp 14.020 per dolar AS, melemah dari akhir pekan lalu Rp 13.950 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, indeks dolar melemah 0,02% ke level 98,23. Sementara mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, hanya yuan Tiongkok dan yen Jepang yang berhasil menguat masing-masing 0,17% dan 0,23%.

Ringgit Malaysia melemah 0,01%, baht Thailand turun 0,02%, won Korea dan peso Filipina loyo masing-masing 0,53%, sedangkan rupee India anjlok 0,88%. Sementara dolar Singapura dan dolar Hong Kong melemah masing-masing 0,01%.

(Baca: Ekspor-Impor Indonesia Ke Tiongkok dan AS Terdampak Perang Dagang)

Analis PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai rupiah pada perdagangan hari ini terbantu oleh rilis data neraca perdagangan Agustus yang membaik. BPS mencatat neraca perdagangan pada Agustus surplus US$ 85 juta, membaik dari bulan sebelumnya yang mencatatkan defisit US$ 60 juta. 

"Neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Agustus 2019 yang surplus menjadi sentimen positif terhadap rupiah," ujar Ibrahim, Senin (16/9). 

Adapun tadi pagi, rupiah sempat dibuka melemah terhadap dolar AS. Hal ini disebabkan sentimen dari perkembangan politik di Timur Tengah yang menanas. 

"Salah satu kilang minyak Arab Saudi yaitu fasilitas pengolahan minyak mentah milik Saudi Aramco, diserang oleh drone. Dan Iran yang dijadikan kambing hitam," katanya.

(Baca: Ekspor-Impor Lesu, Neraca Dagang Agustus Cetak Surplus US$ 85 Juta)

Meski masih akan terdapat sentimen negatif dari luar negeri, Ibrahim memproyeksi rupiah masih akan menguat besok. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak pada rentang Rp 13.990 - 14.070 per dolar AS.

Penguatan rupiah, menurut dia, akan didorong sentimen pasar yang menunggu hasil pertemuan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) dan bank sentral Jepang Bank of Japan (BoJ) minggu ini. The Fed diperkirakan kembali menurunkan suku bunga pada pertemuan bulan ini.

Pasar juga memperkirakan BoJ akan mendorong suku bunga lebih jauh ke wilayah negatif. Sedangkan, sepertiga ekonom yang disurvei Reuters pekan lalu memperkirakan stimulus akan meningkat.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan