Summarecon Tawarkan Obligasi Rp 700 Miliar Untuk Biayai Operasional

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

25/9/2019, 20.27 WIB

Obligasi tersebut memiliki dua seri dengan kupon dan tenor yang berbeda.

summarecon agung, penerbitan obligasi, properti
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi sektor properti. Emiten properti PT Summarecon Agung Tbk berencana menerbitkan obligasi dengan total Rp 700 miliar yang terbagi dalam dua tenor. Dana dari obligasi ini akan digunakan untuk biaya operasional perusahaan dan entitas anaknya.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berencana untuk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2019 dengan nilai pokok sebesar Rp 700 miliar. Dana yang didapatkan dari penerbitan obligasi ini bakal digunakan perseroan untuk membiayai kegiatan operasional, termasuk entitas anak.

Dalam keterbukaan informasi yang diunggah perseroan pada hari ini, Rabu (25/9), dijelaskan lebih rinci, operasional yang dimaksud yaitu biaya pembangunan hunian, bangunan komersial dan kavling, beserta sarana dan prasana penunjang lainnya.

Sementara, penyaluran dana kepada entitas anak akan diberikan oleh perseroan dalam bentuk pinjaman atau melalui penyertaan modal.

Obligasi ini memiliki memiliki dua seri dengan besaran kupon dan tenor yang berbeda. Untuk obligasi Seri A, jumlah yang ditawarkan sebesar Rp 500 miliar dengan kupon sebesar 9,125% per tahun dan bertenor 3 tahun. Sementara, untuk obligasi Seri B, jumlah yang ditawarkan sebesar Rp 200 miliar dengan kupon 9,5% per tahun dan bertenor 5 tahun.

(Baca: Summarecon Segera Persiapkan Ekspansi ke Ibu Kota Baru)

Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 10 Januari 2020, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi adalah pada tanggal 10 Oktober 2022 untuk obligasi seri A dan 10 Oktober 2024 untuk obligasi seri B.

Masa penawaran umum Obligasi Berkelanjutan III Tahap II ini dilaksanakan pada 4-7 Oktober 2019. Sementara, tanggal penjatahan diperkirakan dilaksanakan pada 8 Oktober 2019. Kemudian perkiraan tanggal pencatatan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dilaksanakan pada 11 Oktober 2019.

Dalam keterbukaan informasi juga dijelaskan pemesanan pembelian obligasi harus dilakukan dalam jumlah Rp 5 juta atau kelipatannya. Summarecon pun telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), di mana hasil pemeringkatan per 10 September 2019 atas obligasi ini adalah IdA.

(Baca: Pembangunan Properti Lesu, Penjualan Semen Turun Drastis)

Obligasi ini pun dijaminkan secara kesanggupan penuh oleh dua sekuritas yaitu PT Indo Premier Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Indo Premier menjamin obligasi ini dengan total Rp 389 miliar atau 55,57% dari total obligasi ini. Sementara, Mandiri Sekuritas menjamin Rp 311 miliar atau 44,43%.

Dari sisi kinerja, pada semester I 2019 Summarecon berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp 149 miliar, tumbuh hingga 90,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 78,3 miliar. Sementara, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 2,67 triliun, tumbuh 0,55% dari Rp 2,66 triliun.

(Baca: Bunga Lebih Rendah, Penjualan SBR008 Tak Capai Target)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan