Tahun Ini Pemerintah Kerjakan Pengeboran di Tiga Wilayah Panas Bumi

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

25/9/2019, 21.46 WIB

Pemerintah berharap pengeboran tiga wilayah kerja panas bumi tersebut dapat menarik investor. Pasalnya, pengembangan panas bumi menjadi minim resiko.

Kementerian ESDM, Panas Bumi
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi, logo panas bumi Kementerian ESDM. Pemerintah mengebor tiga wilayah panas bumi tahun ini.

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan tiga program pengeboran eksplorasi di tiga Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) tahun ini. Tiga WKP tersebut berada di Waesano (Nusa Tenggara Timur),  Jailolo (Maluku Utara), dan Nage (Nusa Tenggara Timur).

Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari mengatakan sudah ada dua WKP yang mulai dikembangkan yakni di WKP Waesano dan WKP Jailolo. Sedangkan pengeboran WKP Nage baru akan dimulai. 

"Pengeboran pemerintah sudah mulai ya. Setelah ini satu lagi, Nage," ujar Ida saat ditemui di acara diskusi Masa Depan Kebijakan Energi Terbarukan yang diselenggarakan oleh Katadata bekerja sama dengan Innternational Institute for Sustainable Development, di Hotel Morriisey, Jakarta, Rabu (25/9).

(Baca: Kementerian ESDM Segera Lelang Satu Wilayah Eksplorasi Panas Bumi)

Lebih lanjut, Ida menjelaskan pengeboran pemerintah ini untuk meminimalisi resiko bagi perusahaan yang akan mengelola tiga WKP tersebut. Pasalnya pemerintah sudah melakukan proses pengeboran terlebih dahulu.

"Risiko sudah diambil Pemerintah. Misalkan pengeborannya tidak dapat sumber dayanya ditanggung Pemerintah, itu yang kami lakukan," kata Ida.

Pemerintah memang terus berupaya mengakselerasi pengembangan panas bumi. Salah satu upayanya dengan menggandeng Kementerian/Lembaga lain.

Bersama Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM menginisiasi pengeboran pemerintah. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengembangan panas bumi karena risiko pengeboran telah ditanggung pemerintah.

(Baca: Indonesia Sulit Capai Bauran Energi 23% Meski Potensi EBT Cukup Besar)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan