Jokowi Perintahkan Mensos Siapkan Santunan untuk Korban Gempa Ambon

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ekarina

27/9/2019, 16.44 WIB

Jokowi mengatakan, hingga saat ini sudah ada 23 orang meninggal dunia akibat gempa Ambon.

Presiden Jokowi saat wawancara khusus dengan Katadata.co.id, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/5).
Katadata/Donang Wahyu
Presiden Jokowi saat wawancara khusus dengan Katadata.co.id, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/5).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya dan Menteri Sosial Agus Gumiwang untuk segera memberi bantuan terhadap korban gempa bumi di Ambon, Maluku. Kepala Negara juga memastikan, biaya pengobatan korban luka akibat gempa Ambon akan ditanggung negara. 

 “Bantuan sudah saya perintahkan untuk segera dikirimkan,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, hingga saat ini sudah ada 23 orang meninggal dunia akibat gempa Ambon. Adapun ratusan orang mengalami luka-luka imbas benca alam tersebut.

Selain itu, ada pula ribuan warga yang mengungsi  akibat gempa bumi bermagnitudo 6,5 skala Richter (SR). “Kemarin terakhir saya mendapatkan laporan kira-kira 100 lebih sedikit rumah yang rusak,” kata Jokowi.

Jokowi mengucapkan duka cita mendalam terhadap para korban gempa bumi di Ambon. Mantan Walikota Solo itu mengaku telah dua kali menelepon Gubernur Maluku Murad Ismail untuk mengetahui perkembangan terkini.

(Baca: Pasokan BBM Pertamina dan Listrik PLN di Ambon Berangsur Normal)

Hanya saja, menurut Jokowi Murad belum sempat merespons panggilan teleponnya. “Tapi kemarin sore saya sudah mendapatkan data dari Kepala BNPB (Letnan) Jenderal Doni Monardo,” kata Jokowi.

Gempa bumi bermagnitudo 6,8 skala Richter (SR) yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,5 SR mengguncang Ambon pada Kamis (26/9). Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 3,43 derajat LS dan 128,46 derajat BT.

Gempa bumi berlokasi di darat pada jarak 15,3 kilometer arah Tenggara kota Kairatu atau berjarak 43 kilometer arah Timur Laut kota Ambon, Provinsi Maluku. Adapun, gempa bumi terjadi di kedalaman 10 kilometer.

(Baca: BMKG Sebut Informasi Gempa Susulan Bermagnitudo 9 Hoaks)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan