Pangsa Pemirsa Trans Group Naik Signifikan, Caplok Pasar Pesaing

Penulis: Martha Ruth Thertina

7/10/2019, 13.00 WIB

Analis mempertahankan rekomendasi netral untuk saham media. Saham Media Nusantara Citra (MNCN) direkomedasikan seiring pertumbuhan bisnis digitalnya.

trans tv
transtv.co.id

Pangsa pemirsa televisi Trans Group naik signifikan pada September 2019. Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengatakan kenaikan tersebut sebagian besar ‘memakan’ pangsa pemirsa rivalnya yaitu Surya Citra Media (SCMA), dan perusahaan Bakrie Group seperti Visi Media Asia (VIVA) dan Intermedia Capital (MDIA).

Ia memaparkan, pangsa pemirsa Trans Group naik signifikan, terutama untuk waktu prime time. Dua stasiun televisinya, Trans dan Trans 7 membukukan kenaikan pangsa masing-masing 120 basis poin (bps) dan 170 bps. Sedangkan di luar waktu prime time, pangsa pemirsa Trans Group naik 170 bps menjadi 18,8%.

“Sehingga all time audience share (pangsa pemirsa untuk keseluruhan waktu) Trans Group naik cukup signifikan sebesar 220 bps secara bulanan,” kata Christine dalam riset tertulis yang dipublikasikan pada Senin (7/10).

(Baca: Pendapatan dari Iklan Digital Naik, Laba MNC Tumbuh 73,4%)

Di sisi lain, SCMA mencatatkan penurunan pangsa pemirsa untuk keseluruhan waktu sebesar 140 basis poin secara bulanan menjadi 30,3% pada September. Pangsa penonton untuk waktu prime time SCTV turun 40 bps secara bulanan menjadi 17,1%, sedangkan Indosiar turun 130 bps menjadi 12,9%.

Seiring perkembangan tersebut, Christine pun memperingatkan risiko penurunan lebih lanjut saham SCMA, meskipun sudah turun 40% sepanjang tahun ini (year to date) “Kami percaya bahwa seiring penurunan pangsa pemirsa prime-time SCMA akan berdampak negatif pada harga saham perusahaan,” ujarnya.

Adapun stasiun televisi utama Media Nusantara Citra (MNCN), RCTI, tercatat masih mempertahankan peringkat teratas sebagai pemegang pangsa pemirsa terbesar untuk waktu prime time, meskipun terjadi penurunan pangsa sebesar 40 bps menjadi 18%.

(Baca: MNC Vision Networks Berencana Akuisisi Perusahaan Kompetitor)

Christine mengatakan, meskipun kontribusi pendapatan dari bisnis siaran televisi gratis (free to air) terhadap total pendapatan perusahaan mengecil seiring pergeseran preferensi ke media digital, namun porsinya masih yang terbesar dalam struktur pendapatan.

Ia mencatat, pada semester I 2019, pendapatan dari tv free to air berkontribusi sekitar 69%. terhadap total pendapatan MNCN. Sedangkan kontribusinya di SCMA sekitar 58%.

Seiring perkembangan ini, Mirae Asset Sekuritas mempertahankan rekomendasi netral untuk saham di sektor media. Secara valuasi, kata Christine, MNCN dan SCMA menarik pada level harga saat ini. “Namun, MNCN tetap menjadi pilihan utama kami, karena pendapatannya didukung pertumbuhan bisnis digitalnya,” kata dia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan