Pasca Tutup Petral, Pertamina Buka Lagi Kantor Pemasaran di Singapura

Penulis: Ratna Iskana

8/10/2019, 12.53 WIB

Pertamina menegaskan anak usaha di Singapura berbeda dengan Petral. Kantor Petral di Singapura ditutup karena terkait kasus mafia migas.

Pertamina
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, gedung Pertamina di kawasan Jakarta Pusat (09/08). Pertamina membuka kantor pemasaran di Singapura untuk mengincar pasar BBM di Asia Tenggara dan pasar LPG di Tiongkok.

PT Pertamina (Persero) kembali membuka kantor pemasaran di Singapura. Kali ini melalui anak usahanya Pertamina International Marketing and Distribution (PIMD).

Padahal Pertamina sudah menutup kantor di negeri singa tersebut pada 2015. Sebab, anak usahanya, Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), masuk dalam pusaran kasus mafia migas.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menegaskan PIMD berbeda dengan Petral. Menurutnya, Petral merupakan trading arm Pertamina untuk impor minyak mentah dan produk untuk kebutuhan domestik.

Sedangkan PIMD merupakan trading arm Pertamina yang menjual produk Pertamina dan produk pihak ketiga ke pasar international. Produk yang dijual PIMD saat ini adalah MFO 380 untuk BBM kapal laut.

"Dalam hal ini, PIMD juga difokuskan untuk menangkap peluang besar di bisnis bunkering, terutama di Singapura, dengan memanfaatkan fasilitas blending MFO 380 dari TBBM Pertamina di Sambu," kata Fajriyah ke Katadata pada pekan lalu.

(Baca: KPK Tetapkan Mantan Bos Petral Sebagai Tersangka Suap Migas)

Menurutnya, PIMD ditargetkan untuk bisa masuk ke pasar Singapura dengan membangun bisnis ritel. Diharapkan upaya tersebut sekaligus dapat memperkenalkan Pertamina secara global.

Reuters menulis, Pertamina memang mencari mitra di Singapura untuk memproses minyak mentah. Pasalnya, perusahaan plat merah tersebut mengincar pasar BBM untuk kapal laut.

Pertamina juga ingin masuk ke pasar BBM di Asia Tenggara melalui Singapura. Negara yang jad incaran adalah Filipina, Thailand, dan Mianmar.

Selain itu, Pertamina berharap mendapatkan harga beli LPG yang lebih murah di Singapura. Dengan cara tersebut, Pertamina berharap mendapatkan peluang untuk bisa mengimpor LPG ke Tiongkok. Pasalnya, kebutuhan LPG Tiongkok tengah naik seiring meningkatnya produksi petrokimia di negera tersebut.

(Baca: Pertamina Mampu Tekan Impor Minyak Mentah, Impor BBM Masih Tinggi)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan