Tiongkok Sebut AS Harus Batalkan Tarif untuk Capai Kesepakatan Dagang

Penulis: Agustiyanti

18/10/2019, 08.17 WIB

Tiongkok menekankan bahwa AS harus menghapuskan tarif agar kedua negara mencapai kesepakatan dan mengakhiri perang dagang.

tiongkok, amerika serikat, perang dagang
Dilok Klaisataporn/123RF.com
Ilustrasi. Tiongkok menekankan bahwa AS harus menghapuskan tarif agar kedua negara mencapai kesepakatan dan mengakhiri perang dagang.

 

Tiongkok menekankan bahwa Amerika Serikat (AS) harus menghapuskan tarif agar kedua negara mencapai kesepakatan dan mengakhiri perang dagang.

"Posisi, prinsip, dan tujuan Tiongkok dalam negosiasi perdagangan tidak pernah berubah, " kata Juru Bicara Gao Said di Jakarta, Jumat (18/10).

Ia menyebut tujuan utama kedua belah pihak untuk negosiasi adalah mengakhiri perang dagang dan membatalkan semua tarif tambahan. "Ini bagus untuk Tiongkok, AS, dan dunia," kata dia.

(Baca: Hubungan Memanas, Diplomat Tiongkok di AS Kini Wajib Lapor)

Kedua negara raksasa ekonomi telah terlibat dalam sengketa perdagangan selama lebih dari satu tahun ini dengan masing-masing negara saling menerapkan tarif barang senilai miliaran dolar.

Putaran terakhir pembicaraan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia berakhir akhir pekan lalu di Washington DC. Setelah pertemuan itu, AS mengatakan akan menunda kenaikan tarif barang-barang Tiongkok yang seharusnya mulai berlaku pada Selasa pekan ini.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Tiongkok menyetujui kesepakatan fase satu yang sangat substansial, yang akan ditulis selama tiga minggu ke depan. Trump juga mengatakan kesepakatan itu akan mengatasi masalah kekayaan intelektual dan jasa keuangan, serta pembelian China sekitar US$ 40 miliar hingga US$ 50 miliar produk pertanian AS.

(Baca: Akibat Perang Dagang, IMF Turunkan Pertumbuhan Ekonomi Global)

Gao pada Kamis ini tidak mengkonfirmasi jumlah pasti tetapi menyatakan bahwa perusahaan Tiongkok akan meningkatkan pembelian produk pertanian AS mereka, sesuai dengan kebutuhan pasar Tiongkok dan prinsip-prinsip berbasis pasar.

Ia juga tidak mengkonfirmasi kapan perjanjian fase satu akan ditandatangani atau apakah para pemimpin kedua negara berencana untuk bertemu. Dia mencatat, bagaimana pun, bahwa tim dari kedua belah pihak tetap dalam komunikasi.

"Kami berharap kedua belah pihak dapat terus bekerja sama untuk memajukan negosiasi dan, sesegera mungkin, mencapai kesepakatan bertahap dan membuat kemajuan baru dalam membatalkan tarif," kata Gao.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan