Transisi Tambang Grasberg, Penjualan Freeport Kuartal III Turun 60%

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Martha Ruth Thertina

25/10/2019, 16.38 WIB

"Pengembangan di tambang terbuka Grasberg bisa selesai pada kuartal IV tahun ini,"

Freeport, Freeport Indonesia

PT Freeport Indonesia (PTFI) merilis laporan kinerja perusahaan pada kuartal III 2019. Dalam laporannya tercatat penjualan emas dan tembaga mengalami penurunan lebih dari 60% dibandingkan periode sama tahun lalu..

Pada kuartal III, penjualan emas hanya mencapai 659 ribu ounces, turun sebesar 68,62% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 2,1 juta ounces. Sedangkan tembaga hanya terjual 464 ribu pounds, turun 77,9% dibandingkan periode sama tahun lalu 2,1 juta pounds.

Penurunan penjualan tersebut seiring dengan berkurangnya produksi sejak awal tahun ini. Total produksi tembaga sebesar 461 juta pounds atau turun 53,4% dibandingkan periode sama tahun lalu. Sedangkan produksi emas sebesar 2,08 juta atau turun 69,1% dibandingkan periode sama tahun lalu.

(Baca: Luhut Bakal Gandeng KPK untuk Kawal Larangan Ekspor Barang Mentah)

Chief Executive Officer Freeport McMoran Richard C. Adkerson mengatakan anjloknya penjualan serta produksi disebabkan karena tambang Gresberg yang terletak di Timika, Papua tengah memasuki masa transisi dari tambang terbuka (open pit) menjadi tambang bawah tanah (underground).

Sejauh ini, penambangan bawah tanah telah memasuki tahap undercutting, konstruksi drawbell, dan ekstraksi bijih. "Hingga saat ini PTFI terus melakukan operasi dan pengembangan di tambang terbuka Grasberg bisa selesai pada kuartal IV tahun ini," kata dia seperti dikutip dari rilis laporan keuangan kuartal III, Kamis (24/10).

(Baca: Inalum Sepakat Beli 20% Saham Divestasi Vale, Sumber Dana Belum Jelas)

Perusahaan berharap, rata-rata produksi tahun ini di angka 16.000 metrik ton bijih per hari, lalu naik menjadi 30.000 metrik ton bijih per hari pada 2020. Pada 2023, rata-rata produksi diharapan naik menjadi 130.000 metrik ton bijih per hari, yang berasal dari lima blok produksi seluas 335.000 meter persegi.

Sedangkan untuk penjualan, perusahaan menargetkan sebesar 600 juta pounds untuk tembaga dan 860 ribu ounces untuk emas. "PTFI akan terus memantau kondisi geoteknis untuk menentukan tingkat penambangan di tambang terbuka Grasberg," ujarnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan