PLN Bangun 1.900 Stasiun Pengisi Daya Kendaraan Listrik di Jakarta

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Agustiyanti

27/10/2019, 21.09 WIB

PLN menyebut telah membangun sekitar 3.000 titik Stasiun Pembangunan Listrik Umum (SPLU) guna mendukung penggunaan kendaraan listrik di seluruh Indonesia.

Pengendara melakukan pengisian daya listrik di Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Thamrin, Jakarta, Senin (16/9/2019). BPPT berencana menambah tujuh Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) pada tahun 2020 y
ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Pengendara melakukan pengisian daya listrik di Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Thamrin, Jakarta, Senin (16/9/2019). BPPT berencana menambah tujuh Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) pada tahun 2020 yang akan ditempatkan di sejumlah ruang publik seperti perkantoran, mal dan cafe yang ada di Jakarta.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero mengklaim telah membangun sebanyak 1.900 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di wilayah DKI Jakarta. Pembangunan stasiun bahan bakar tersebut sebagai bagian dari upaya perusahaan mendorong penggunaan kendaraan listrik di wilayah ibu kota. 

General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya Ikhsan Asaad mengatakan, perusahaan telah mulai membangun SPLU  sejak 3 tahun yang lalu.

"Tujuannya (dibangun SPLU) untuk membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan listrik di tempat umum tanpa harus jadi pelanggan PLN. Ini bisa dipakai untuk mengisi daya motor listrik, scooter, sepeda, pedagang kaki lima juga," ujar Ikhsan di sela-sela acara Karnaval Langit Biru di Jakarta, Minggu (27/10) sore.  

(Baca: Pempov DKI Berencana Bebaskan Pajak Balik Nama Kendaraan Listrik)

Ia melanjutkan, saat ini total SPLU di seluruh Indonesia mencapai kurang lebih 3 ribu titik. Ke depan, perusahaan juga bakal menyediakan SPLU untuk Transjakarta. 

"Nah, dengan keluarnya Perpres (Peraturan Presiden) soal kendaraan listrik, ini makin memacu kami untuk mempersiapkan SPLU atau stasiun kendaraan listrik lebih banyak lagi," jelas dia.

Dalam waktu dekat, menurutnya, bakal ada beberapa SPLU yang diresmikan di sejumlah kota, seperti Banten, Bandung, dan Bali. Kendati demikian, menurut dia, pemilik kendaraan listrik sebenarnya tak harus mengisi daya di SPLU, tetapi dapat dilakukan di rumah seperti halnya saat mengisi daya ponsel. 

(Baca: Tahun Depan, PLN Targetkan Seluruh Rumah di Indonesia Dialiri Listrik)

Ia menyebut, 85% kendaraan listrik di Eropa mengisi daya di rumah. PLN pun siap memberikan diskon untuk pemilik kendaraan listrik guna mengisi daya di rumah sebesar 30% pada pukul 22.00 hingga 04.00 waktu setempat. 

Adapun saat ini, pihaknya juga saat ini memberikan diskon pengisian daya di SPLU sebesar 100% untuk mobil listrik dan 75% untuk motor listrik. Pihaknya juga akan berupaya menyediakan SPLU di tempat-tempat umum sesuai kebutuhan, antara lain dengan menggandeng bank untuk mengembangkan SPLU di kantor bank maupun lokasi mesin ATM. 

"Skema bisnisnya partnership on partnerhip operation. Jadi pelanggan mitra kami yang bangun (SPLU), mereka juga yang akan mengoperasikannya. Sedangkan, untuk ketetapan tarifnya tetap dari pemerintah, yakni Kementerian ESDM," jelas dia.

Adapun berdasarkan International Energy Agency (IEA), negara pengguna terbesar mobil listrik adalah Tiongkok dengan 2,24 juta unit. Di susul Amerika Serikat (AS) yang mencapai 1,13 juta unit seperti terekam dalam databooks di bawah ini. 

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan