Ada Korban, YLKI Minta Grab Setop Penyewaan Skuter Listrik

Penulis: Ekarina

14/11/2019, 12.37 WIB

YLKI meminta manajemen Grab untuk menghentikan penyewaan skuter listrik sebelum memperbaiki aspek keselamatan kepada calon penggunanya.

YLKI meminta manajemen Grab untuk menghentikan penyewaan skuter listrik sebelum memperbaiki aspek keselamatan kepada calon penggunanya.
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Pengguna jalan menggunakan otopet atau skuter listik di Jakarta, Rabu (16/10/19). YLKI mendesak Grab menghentikan layanan GrabWheels sebelum memperbaikin aspek keselamatan pengguna.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak manajemen Grab menghentikan layanan penyewaan skuter listrik atau GrabWheels. Hal ini menyusul jatuhnya korban jiwa saat pengunaan alat tersebut di jalan raya. 

"YLKI meminta manajemen Grab untuk menghentikan penyewaan skuter listrik sebelum memperbaiki aspek keselamatan kepada calon penggunanya," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (14/11).

(Baca: Grab Buka Suara soal Pengguna Grabwheels Tewas Tertabrak Mobil)

Tulus mengatakan bahwa pihaknya menduga kuat manajemen Grab belum memberikan edukasi atau petunjuk teknis (juknis) kepada pengguna GrabWheels,  khususnya terkait aspek keselamatan.

YLKI meminta penyedia skuter listrik, termasuk Grab untuk memastikan dan menjamin bahwa pengguna skuternya telah memahami rambu rambu lalu lintas, dan aspek-aspek keselamatan secara detail.

Aturan Ketat

Selain kepada pihak perusahaan, YLKI juga mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengatur ketat keberadaan dan penggunaan skuter listrik di jalan raya.

"Kami mendesak kepada Pemprov DKI Jakarta bahkan Kemenhub, untuk segera mengatur secara ketat keberadaan skuter listrik, sebelum meluas menjadi masalah dan wabah baru," kata Tulus. 

Beberapa poin krusial yang menurutnya perlu diatur terkait skuter listrik, di antaranya perizinan yang ketat, pentarifan, dan juga jaminan asuransi.

"Intinya keberadaan skuter listrik harus dikendalikan dengan kuat," katanya.

Sebelumnya, pada Minggu (10/11) dini hari dua orang pengguna GrabWheels tewas dan empat pengguna lainnya cedera akibat tertabrak sebuah mobil di jalan sekitar area Senayan, Jakarta Selatan.

"Segenap manajemen Grab menyesalkan kejadian ini dan turut berduka cita atas keluarga dan rekan yang ditinggalkan," kata CEO of Grabwheels TJ Tham, Rabu (13/11).

(Baca: Anies Siapkan Pergub Skuter Listrik, Begini Aturannya di Negara Lain)

Grab menyatakan akan mengedukasi para pengguna dan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan keamanan pengguna skuter listrik tersebut.

Ia juga mengimbau, pengguna GrabWheels untuk tetap mengikuti standar operasional prosedur untuk menjaga keselamatan, seperti memastikan rem berfungsi ketika kunci dibuka, menggunakan piranti keselematan seperti helm, serta menginjak rem kaki untuk melambat atau berhenti.

Di Indonesia, skuter listrik GrabWheels diperkenalkan sejak 9 Mei 2019. GrabWheels diharapkan menjadi solusi bagi mereka yang ingin pergi ke suatu tempat berjarak dekat namun enggan untuk berjalan kaki.

Pasalnya, skuter ini ringkas dan mudah dikendarai, jarak tempuh yang dapat dicapai juga hanya 3-5 km dari tempat parkir GrabWheels.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan