Citibank Prediksi Penyaluran Kredit Sepanjang 2019 Turun 10%

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Ratna Iskana

15/11/2019, 07.57 WIB

Penyebab turunnya penyaluran kredit Citibank dipengaruhi pelambatan bisnis sektor tambang, komunikasi, dan perantara keuangan.

citibank, kredit
Arief Kamaludin | Katadata
Ilustrasi, logo Citibank. Citibank memproyeksi penyaluran kredit sepanjang 2019 turun 10% dibandingkan tahun lalu.

Citibank N.A. Indonesia memperkirakan penyaluran kredit sepanjang tahun ini turun hingga 10% dari tahun lalu sebesar Rp 49,9 triliun. Ini tercermin dari penyaluran kredit Citibank hingga akhir September 2019 yang turun 7,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 48,5 triliun.

"Hingga September 2019 penyaluran kredit Rp 44,8 triliun. Sampai akhir tahun kredit proyeksinya turun sekitar 10%," kata Chief Executive Officer Citibank N.A. Indonesia, Batara Sianturi dalam konferensi pers di kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (14/11).

Batara menjelaskan penurunan penyaluran kredit terjadi karena tekanan bisnis beberapa sektor korporasi, seperti sektor tambang, komunikasi, dan perantara keuangan (financial intermediary). Ada juga sektor yang menghambat penyaluran kredit perusahaan, yaitu sektor perdagangan dan pengolahan.

"Perlambatan ini juga terjadi secara industri (perbankan). Berdasarkan data Bank Indonesia, kredit industri perbankan melambat, sampai Oktober 2019 hanya tumbuh 8-9%, tahun lalu tumbuh dua digit," katanya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan kredit perbankan memang sudah terjadi sejak Juni 2019. Pertumbuhan kredit perbankan kala itu hanya 9,94% (yoy) dibandingkan Mei 2019 yang sebesar 11,05% (yoy). Pada Juni 2019, kredit yang disalurkan industri perbankan mencapai Rp 5.528,59 triliun. Data selengkapnya dalam grafik Databoks berikut ini :



Di sisi lain, kredit seret alias non-performing loan (NPL) Citibank hingga triwulan ketiga berada di level 2,53%. Catatan tersebut naik dibandingkan NPL di periode yang sama tahun lalu yang berada di level 2,37%.

Batara mengatakan kenaikan NPL dipengaruhi penyaluran kredit yang turun. Sehingga, rasio kredit seret terhadap penyaluran kredit menjadi naik.

Meski begitu, perusahaan masih membukukan kenaikan laba bersih sebesar 70% secara yoy menjadi Rp 2,4 triliun. Pertumbuhan laba dipengaruhi oleh capaian pada top line yang terus tumbuh.

Selain itu, ada penurunan beban operasional non-bunga bersih pada triwulan ketiga 2019 sebesar 54,7% secara yoy menjadi Rp 905 miliar. Sehingga pendapatan bunga bersih Citibank mampu tumbuh hingga 7,6% secara yoy menjadi Rp 3,4 triliun.

(Baca: Transaksi Kartu Kredit Semester I Tumbuh 1,15%, Diduga Tersaingi Fintech)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan