Dinamika di Tiongkok Bawa Rupiah Melemah Tipis Pagi Ini

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Ameidyo Daud

19/11/2019, 09.16 WIB

Keputusan Bank Sentral Tiongkok (PBOC) memotong suku bunga acuan serta tak jelasnya pembicaraan dagang dengan AS jadi sentimen negatif bagi rupiah.

Tiongkok, Nilai tukar rupiah, rupiah
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Nilai tukar rupiah Selasa (19/11) pagi dibuka melemah tipis satu poin ke Rp 14.078 per dolar Amerika Serikat Turunnya nilai tukar mata uang Garuda ini sejalan dengan dinamika yang terjadi di Tiongkok.

Nilai tukar rupiah Selasa (19/11) pagi dibuka melemah tipis satu poin ke Rp 14.078 per dolar Amerika Serikat Turunnya nilai tukar mata uang Garuda ini sejalan dengan dinamika yang terjadi di Tiongkok.

Bank sentral Tiongkok (PBOC) secara tak terduga memotong suku bunga acuannya sebesar 5 basis poin menjadi 2,5% pada Senin (18/11). Saat berita ini ditulis,  nilai tukar yuan turun 0,23% terhadap mata uang dolar AS.  Tak hanya itu, belum jelasnya penyelesaian perang dagang Tiongkok dengan AS juga turut menjadi sentimen negatif bagi sejumlah mata uang.

Selain rupiah dan yuan, mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong turun 0,02%, dolar Singapura 0,05%, dolar Taiwan 0,12%, won Korea Selatan 0,42%, peso Filipina 0,24%, rupee India 0,07%, dan ringgit Malaysia 0,13%. Hanya yen Jepang yang terlihat menguat 0,15%.

"Menyusul keputusan bank sentral Tiongkok untuk memangkas suku bunga repo dari 2,55% menjadi 2,5% untuk pertama kalinya sejak Oktober 2015," kata Ekonom Permata Bank Josua Pardede kepada Katadata.co.id, Selasa (19/11).

(Baca: Optimisme Perundingan AS-Tiongkok Dorong Rupiah Menguat di Awal Pekan)

Pelemahan mayoritas mata uang Asia terjadi setelah sebuah laporan menyebutkan pejabat Tiongkok pesimis kesepakatan perdagangan dengan AS akan ditandatangani dalam waktu dekat. Pesimisme muncul  disebabkan keengganan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan tarif.

Baik Washington maupun Beijing mengatakan mereka membuat kemajuan, tetapi belum memberikan rincian tentang hasil pembicaraan. Josua menyebut, ketidakpastian penandatanganan negosiasi dagang pun kembali mendorong penguatan safe haven asset seperti yen Jepang, Franc Swiss dan US Treasury.

"Trump mengatakan bahwa dia belum setuju untuk mengakhiri tarif, menyebabkan ketidakpastian apakah akan ada kesepakatan atau tidak," ujarnya.

(Baca: Pasar Pantau Kesepakatan Dagang AS-Tiongkok, Rupiah Ditutup Melemah)

Beberapa indeks saham AS seperti Dow Jones terpantau naik tipis 0,11% ke level 28.036, S&P menguat tipis 0,05% ke level 3.122 dan Nasdaq ditutup terapresiasi 0,11% ke level 8.550. Josua juga memproyeksikan rupiah akan berada di kisaran Rp 14.050 - 14.125 per dolar AS hari ini.

 

 

 

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan