Kadin Sebut Chandra Hamzah Kandidat Terbaik untuk Pimpin BUMN

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Ratna Iskana

19/11/2019, 19.18 WIB

Ketua Kadin Rosan P.Roeslani menyatakan pemerintah tahu kandidat yang terbaik untuk memimpin BUMN

Kadin, BUMN, Chandra Hamzah
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Rosan P Roeslani berpidato dihadapan peserta Rapat Koordinasi Kadin Indonesia di Jakarta, Selasa (5/11/2019). Rosan menyebut Chandra Hamzah merupakan salah satu kandidat terbaik untuk pimpin BUMN.

Kepala Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan P. Roeslani berkomentar terkait rencana pemerintah menunjuk mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah sebagai calon pimpinan BUMN. Menurutnya, pemerintah memiliki kandidat terbaik untuk memimpin perusahaan plat merah. 

"Saya yakin semua yang diseleksi oleh pemerintah merupakan yang terbaik," kata Rosan di Jakarta, Selasa (19/11).

Ia yakin pemerintah telah mempertimbangkan secara matang pemilihan pimpinan BUMN. Untuk itu dia meminta masyarakat berpikiran positif terhadap calon-calon pimpinan BUMN.

"Ya kita tuh harus selalu berpikiran dan berprasangka positif," ujarnya.

(Baca: Setelah Ahok, Eks Pimpinan KPK Bertemu Menteri BUMN Erick Thohir)

Sebelumnya, Chandra Hamzah menyambangi kantor Kementerian BUMN pada Senin (18/11) sekitar pukul 08.30. Ketika ditanya wartawan, Chandra tidak bayak berkomentar. "Ngopi-ngopi saja kok," ujar Chandra.

Chandra Hamzah tercatat pernah menjadi Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan serta Bidang Informasi dan Data pada periode 2007 - 2011. Bahkan, ia sempat berurusan dengan kepolisian pada 2009 bersama dengan Bibit Samad Riyanto hingga dicap Cicak vs Buaya.

Di lingkungan BUMN dirinya bukanlah orang baru, ia sempat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Perusahaan Listrik Negara Persero (PLN) pada Desember 2014. Namun, pada September 2015 ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk.

Meski begitu, ia menolaknya dengan alasan masa kerja di PLN masih terbilang sebentar dan belum menyelesaikan beberapa proyek termasuk proyek pembangkit listrik 35 giga watt (GW). 

Selain Chandra Hamzah, Menteri BUMN Erick Thohir juga bertemu mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Rabu (13/11). Saat itu Ahok menyatakan diminta Erick Thohir untuk menjabat salah satu BUMN.

"Intinya kami bicara soal BUMN dan saya mau dilibatkan dalam salah satu BUMN. Jabatan apa dan BUMN mana saya belum tahu," kata Ahok.

(Baca: Ikut Arahan Jokowi, Erick Rombak Total Eselon I Kementerian BUMN)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan