Awal Pekan Depan, Jokowi Tagih Kasus Novel Baswedan ke Kapolri

Penulis: Ameidyo Daud

6/12/2019, 20.35 WIB

Jokowi bulan November lalu telah memberi target Kapolri Idham Aziz untuk menyelesaikan kasus Novel dalam waktu satu bulan.

novel baswedan, kasus novel, jokowi panggil kapolri
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo akan memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis pada hari Senin (9/12/2019) untuk menanyakan kasus penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Presiden Joko Widodo alias Jokowi akan memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis pada hari Senin (9/12/2019). Pemanggilan itu untuk  menanyakan kasus yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Jokowi bulan November lalu telah memberi target Idham untuk menyelesaikan kasus penyiraman air keras itu dalam waktu satu bulan. Presiden juga masih yakin pelaku kejahatan tersebut dapat diungkap.

“Saya jawab setelah dapat laporan Kapolri. Hari Senin akan saya undang," kata Jokowi di Kota Tangerang Selatan, Jumat (6/12).

(Baca: Di Depan Ketua KPK, Kapolri Idham Azis Janji Tuntaskan Kasus Novel)

Hingga akhir tahun penyelesaian kasus Novel belum juga menemukan titik terang. Padahal Presiden telah memberikan batas waktu tiga bulan sejak Juli lalu kepada Kapolri saat itu, Tito Karnavian. Saat ini Tito sudah lengser dan menjadi Menteri Dalam Negeri.

Idham usai dilantik berjanji menyelesaikan kasus Novel. Dia mengatakan pengusutan kasus tersebut akan dilakukan oleh Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) yang baru. “Kami akan mengungkap, baik kasus Novel maupun kasus yang menjadi atensi KPK,” kata Idham.

Dia juga telah menunjuk Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Kabareskrim. Listyo pernah mengemban sejumlah jabatan, salah satunya menjadi ajudan Jokowi dari 2014 hingga 2016.

(Baca: Kapolri Tunjuk Mantan Ajudan Jokowi Sebagai Kabareskrim)

Novel diserang oleh orang tak dikenal dengan air keras di dekat rumahnya tanggal 11 April 2017. Akibat serangan tersebut, mata kirinya tidak dapat melihat karena rusak parah. Pelaku yang berjumlah dua orang hingga saat ini belum juga ditangkap.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan