Diresmikan Jokowi, Chandra Asri Operasikan Pabrik Bahan Baku Plastik

Penulis: Ekarina

6/12/2019, 14.47 WIB

Peningkatan kapasitas pabrik Chandra Asri diharapkan dapat menghemat devisa negara hingga Rp 8 triliun.

Tekan Impor, Chandra Asri Resmikan Pabrik Bahan Baku Plastik Rp 5,7 T
ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Presiden Joko Widodo bersama Prajogo Pangestu dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang meresmikan pabrik baru milik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Cilegon, Banten.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) meresmikan pengoperasian pabrik baru polyethylene (PE) senilai US$ 380 juta atau setara Rp 5,3 triliun. Pabrik baru tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor serta menghemat devisa hingga Rp 8 triliun.

Proses peresmian pabrik turut disaksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pabrik ini akan memproduksi polyethylene (PE) berkapasitas 400 ribu ton. Dengan tambahan pabrik baru, maka total kapasitas produksi polyethylene yang dihasilkan perseroan mencapai 736 ribu ton per tahun.

(Baca: Asosiasi Plastik Ungkap 4 Faktor Penghambat Investasi Petrokimia)

Presiden Direktur Chandra Asri, Erwin Ciputra mengatakan, pesatnya pertumbuhan Indonesia menyebabkan kebutuhan bahan baku plastik seperti polyethylene meningkat. Namun, saat ini kebutuhan bahan baku industri ini sekitar 40%-50% di antaranya masih diimpor. 

“Inilah alasan kami untuk fokus pada peningkatan kapasitas demi memenuhi permintaan domestik. Peningkatan kapasitas pabrik polyethylene Chandra Asri diharapkan dapat mensubstitusi impor dan menghemat devisa negara hingga Rp 8 triliun," kata Erwin dalam keterangan tertulis, Jumat (6/12).

Dia juga menambahkan, investasi pabrik baru ini juga telah memperoleh insentif  tax holiday dari pemerintah lantaran telah menciptakan iklim investasi yang baik.

Kompleks Petrokimia Kedua

Selain peningkatan kapasitas pabrik baru polyethylene, Chandra Asri juga tengah fokus mengembangkan kompleks petrokimia kedua dengan investasi sekitar Rp 60- Rp 80 triliun. Kompleks pabrik ini dibangun untuk mengantispasi lonjakan permintaan bahan baku kimia ke depan. 

Pembangunan kompleks petrokimia terbesar tersebut diharapkan selesai pada 2024. Kompleks kedua ini akan menjadi total kapasitas menjadi 8 juta ton per tahun.

Selama pembangunan berlangsung, Chandra Asri akan menyerap tenaga kerja sebanyak kurang lebih 25.000 orang, banyak diantaranya adalah tenaga kerja ahli seperti engineer.

(Baca: Laba Bersih Chandra Asri Anjlok 71,4% pada Semester I 2019)

“Kami ingin berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Pemerintah Indonesia atas dukungan yang diberikan. Kami berkomitmen untuk menjadi terus mitra pertumbuhan Indonesia,” tambah Erwin.

Selain investasi pada kompleks kedua ini, sejak  2005 sampai 2019, Chandra Asri juga telah merealisasikan investasi sebesar Rp 28 triliun dengan berbagai kegiatan ekspansi kapasitas, debottlenecking dan pembangunan pabrik baru.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan