Harga Minyak Terseret Turunnya Ekspor Tiongkok

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ameidyo Daud

9/12/2019, 09.42 WIB

Harga minyak jenis Brent turun 0,5%, ke angka $ 64,06 per barel. Sedangkan West Texas Intermediate (WTI) turun 0,6% menjadi $ 58,85 per barel.

Harga minyak, Tiongkok, ekspor
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi kilang minyak. Harga minyak mentah dunia melemah dalam perdagangan Senin (9/12) WIB dipicu turunnya ekspor Tiongkok pada November

Harga minyak mentah dunia melemah dalam perdagangan Senin (9/12) WIB dipicu turunnya ekspor barang dan jasa Tiongkok selama empat bulan berturut-turut.  Ini menyebabkan pasar khawatir permintaan global yang menurun akibat perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok.

Berdasarkan data Reuters, harga minyak jenis Brent turun 0,5%, ke angka $ 64,06 per barel dalam pembukaan hari ini. Sedangkan minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) turun 37 sen, atau 0,6% menjadi $ 58,85 per barel.

Data Bea Cukai Tiongkok yang dirilis pada akhir pekan lalu menunjukkan ekspor pada bulan November turun 1,1% dari tahun sebelumnya. Bahkan ekspor dari Negeri Panda tersebut ke AS turun 23%, terburuk setelah Februari 2019.

“Ini korban dari perang dagang berkepanjangan," kata Stephen Innes, Kepala Strategi Pasar Asia di AxiTrader dikutip dari Reuters, Senin (9/12).

(Baca: Negosiasi Dagang AS - Tiongkok Dorong Harga Minyak Indonesia US$ 63,2)

Washington dan Beijing telah berusaha menyepakati kesepakatan perdagangan dan mengakhiri perang tarif. Meski begitu, pembicaraan yang telah berlangsung berbulan-bulan belum usai karena beberapa hal yang masih belum disepakati dua pihak.

Anjloknya harga minyak hari ini mengakhiri laju positif yang dipicu kesepakatan pembatasan produksi negara pengekspor minyak (OPEC) dan sekutunya. OPEC+ setuju menambah pemangkasan produksi minyak hingga 500 ribu barel per hari (bph) menjadi 1,7 juta bph dari kesepakatan awal.

OPEC dan sekutunya memang sebelumnya telah sepakat memangkas produksi demi mendorong harga minyak dunia. Bahkan Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan Negeri Petrodolar itu siap memotong produksi minyaknya lebih besar dari kuota.

(Baca: Ada Pertemuan OPEC, Harga Minyak Terus Menguat pada Pekan Ini)

 

 

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan