Pertamina Siapkan Rp 10,6 Triliun Untuk Blok Mahakam Tahun Depan
Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyiapkan dana untuk pengembangan Blok Mahakam tahun depan sebesar US$ 760 juta atau sekitar Rp 10,6 triliun (kurs Rp 14.000/US$).
General Manager PHM John Anis menjelaskan, dana tersebut di antaranya akan digunakan untuk kegiatan pengeboran sumur pengembangan dan sumur eksplorasi. "Tahun depan kita anggarkan sekitar US$ 760 juta," kata John kepada Katadata.co.id, Selasa (10/12).
Blok Mahakam memang menjadi salah satu fokus pengembangan wilayah kerja oleh Pertamina. Perusahaan energi pelat merah tersebut akan menggelontorkan dana lebih dari US$ 1 miliar atau Rp 14 triliun, untuk mengembangkan blok migas di Kalimantan Timur ini.
Adapun Pertamina telah menganggarkan investasi sebesar US$ 7,8 miliar atau sekitar Rp 109,3 triliun yang hampir separuhnya akan digunakan untuk untuk meningkatkan kegiatan hulu migas. Kegiatan itu berupa eskplorasi dan pengembangan wilayah kerja yang dikelola oleh Pertamina.
(Baca: SKK Migas Sebut Produksi Blok Mahakam Naik Jelang Akhir Tahun)
Namun John mengkonfirmasi bahwa dana sebesar Rp 14 triliun yang dimaksud sebetulnya tidak hanya digunakan untuk pengembangan di Blok Mahakam saja. "Ini data US$ 1 miliar investasi satu tahun. Kalau satu tahun bukan hanya Mahakam, ada yang lain," ujar John.
Selain itu, menurut John pihaknya juga telah mempersiapkan work program and budget (WP&B) 2020 yang telah didiskusikan dengan SKK Migas pada Desember ini. Menurutnya, WP&B yang telah disusun sudah sesuai dengan target APBN yang diharapkan SKK Migas.
"Yang saya ingat untuk target produksi gas di tahun 2020 sebesar 608 juta standar kaki kubik per hari MMscfd. Untuk liquid saya lupa," ujarnya.
Adapun PHM menargetkan pada tahun 2020 perusahaan akan melakukan kegiatan pengeboran sumur pengembangan sebanyak 115 sumur dan pengeboran sumur eksplorasi sebanyak dua sumur. "Sebanyak 115 sumur pengembangan plus dua sumur eksplorasi," kata John.
(Baca: Pertamina Klaim Beberapa Perusahaan Migas Minati Blok Mahakam)
