Startup Pintek Bidik Pendanaan Lembaga Pendidikan dan Layanan Syariah

Penulis: Fahmi Ahmad Burhan

Editor: Muchamad Nafi

13/12/2019, 20.55 WIB

Pintek sedang mengajukan izin ke Otoritas Jasa Keuangan agar diperbolehkan memberikan pinjaman pada lembaga pendidikan.

Startup Pintek Bidik Pendanaan Lembaga Pendidikan dan Layanan Syariah
Katadata/cindy mutia annur
Co-Founder Pintek Ioann Fainsilber di sela-sela acara NextICorn di Jimbaran, Bali, 14-15 November 2019.

Startup teknologi finansial pembiayaan atau fintech lending untuk pendidikan Pintek menyiapkan strategi menghadapi 2020. Pintek berencana memberikan pendanaan tidak hanya pada siswa, juga ke institusi pendidikan.

Fintech yang baru berdiri tahun lalu itu juga berencana membuka layanan pinjaman pendidikan syariah. Sebelumnya, Pintek hanya mengucurkan pinjaman pada siswa mulai dari taman kanak-kanak hingga program doktoral.

Hingga kini sudah ada 1.700 siswa yang memanfaatkan layanan mereka. “Tahun depan, kami beri pendanaan pada institusinya,” kata Co-Founder Pintek Tommy Yuwono pada Jumat (13/12) di Jakarta.

Menurut dia, institusi pendidikan mendukung Pintek dalam pendanaan untuk menyalurkan pinjaman pendidikan. Kini perusahaannya memberikan feedback agar institusi ini juga terbantu.

(Baca: Investor Masih Minati Fintech Tahun Depan, tapi Makin Selektif)

Pintek sudah bekerja sama dengan 100 institusi pendidikan di 25 provinsi, dengan 40 % merupakan pendidikan tinggi. “Institusi pendidikan butuh pengembangan sarana dan prasarana. Guru juga butuh perhatian,” ujar Tommy.

Sampai ini pihaknya sedang mengajukan izin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait boleh-tidaknya memberikan pinjaman pada lembaga pendidikan. Pinjaman ini bisa untuk merenovasi gedung, pelatihan pada guru, maupun penambahan sarana dan prasarana.

(Baca: Fintech Akulaku Bakal Beri Pinjaman untuk UMKM Awal Tahun Depan)

Selain akan memberikan pinjaman pada institusi pendidikan, di 2020 Pintek juga berencana mengembangkan layanan pinjaman ke pendidikan syariah. Hal ini menimbang latar belakang pendidikan di Indonesia yang berbeda-beda, seperti pendidikan negeri, swasta, dan pesantren. “Pesantren sudah ada permintaannya juga,” katanya.

Ke depan, Pintek menargetkan 5.000 siswa peminjam. Saat ini, total pinjaman yang sudah disalurkan mencapai Rp 27 miliar. Adapun pemberi modal yang disalurkan Pintek semuanya berasal dari institusi, mulai dari perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan