Ini Cara Facebook Tangkal Hoaks di Instagram

Penulis: Fahmi Ahmad Burhan

Editor: Ameidyo Daud

19/12/2019, 11.55 WIB

Pemberian label untuk membantu pengguna media sosial memutuskan apa informasi yang bisa dipercaya dan dibagikan.

facebook, instagram, tangkal hoaks, media sosial
alexey malkin|123RF.com
Facebook akan memperluas program pengecekan fakta secara global untuk mengurangi informasi hoaks di platform media sosial Instagram. Sebelumnya penangkalan berita bohong baru dilakukan Instagram secara terbatas di Amerika Serikat sejak Mei 2019.

Facebook akan memperluas program pengecekan fakta secara global untuk mengurangi informasi hoaks di platform media sosial Instagram. Sebelumnya penangkalan berita bohong baru dilakukan Instagram secara terbatas di Amerika Serikat sejak Mei 2019.

Facebook telah menggandeng pihak ketiga untuk menilai fakta sebuah konten yang beredar di IG. Setelah itu, mereka akan mencocokkan gambar untuk menemukan konten yang identik di media sosial tersebut. Peringkat juga akan diberikan oleh pemeriksa fakta dari sumber terpercaya sebelum label palsu disematkan pada suatu informasi.

Konten apa pun yang telah diberi label palsu akan dihapus dari halaman Jelajah atau explore serta tagar. "Mitra kami secara independen menilai informasi palsu untuk membantu kami menangkapnya dan mengurangi distribusinya," kata Facebook dalam lamannya seperti yang dilansir Zdnet pada Rabu (18/12).

(Baca: Mengenal Cara Kerja Fitur Facebook News Tangkal Hoaks)

Facebook mengatakan, pemberian label dirancang untuk membantu pengguna Instagram memutuskan apa yang harus dibaca, apa yang bisa dipercayai, dan bisa dibagikan.

Mereka juga mengklaim sudah berpartisipasi melawan informasi hoaks dalam Pemilu Inggris tahun ini. Di masa lalu, raksasa teknologi milik Mark Zukckerberg ini dikritik karena penyebaran berita bohong dan dugaan keterlibatan dalam skandal Cambridge Analytica.

Selain itu Facebook juga telah menghapus beberapa berta bohong yang disebar secara sistematis oleh beberapa pihak pada tahun lalu. Mereka juga mengidentifikasi beberapa akun palsu di Iran, Rusia, Makedonia, Kosovo, dan lainnya. 

(Baca: Instagram akan Hilangkan Fitur Like di Postingan Pengguna )

Awal pekan ini, Facebook menyatakan siap menghadapi Undang-undang Privasi Konsumen California (CCPA) yang akan berlaku terhitung sejak 1 Januari 2020. Di bawah regulasi baru, pengguna di California memiliki hak untuk meminta aplikator menjelaskan apakah informasi pribadi warga dijual atau dibagikan.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan