Mengacu Kasus Jiwasraya dan Asabri, OJK Perketat Pengawasan Asuransi

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Martha Ruth Thertina

13/1/2020, 15.07 WIB

OJK bakal mewajibkan industri keuangan non-bank (IKNB) untuk melaporkan data-data keuangan, termasuk data investasi yang rinci.

OJK, Asuransi, aturan asuransi, aturan baru, Jiwasraya, Asabri, Bumiputera
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal memperketat pengawasan terhadap industri keuangan non-bank (IKNB), termasuk asuransi. OJK berencana untuk segera merilis pedoman tata kelola berbasis risiko, sehingga pengawasan pun akan berbasis risiko.

Ketua OJK Wimboh Santoso menjelaskan, nantinya akan ada detail mengenai bagaimana pengawasan akan dijalankan, termasuk pelaporan yang harus dilakukan oleh IKNB. Ia memastikan, data-data yang wajib dilaporkan IKNB bakal diubah, misalnya yang terkait neraca keuangan.  

“Bukan hanya posisi-posisi neraca saja, termasuk instrumennya (penempatan dananya) apa saja. Itu paling tidak setiap bulan harus dilaporkan ke OJK,” kata Wimboh ketika ditemui di Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (13/1).

(Baca: Menelusuri Investasi Asabri yang Terpuruk di Saham Gorengan)

Secara lebih gamblang, ia mengatakan, semua eksposur investasi – termasuk di saham dan reksadana – harus dilaporkan secara detail kepada OJK. Dengan mekanisme tersebut, OJK akan bisa langsung melihat permasalahan, tanpa laporan dari masyarakat.

Rencananya, pedoman tata kelola berbasis risiko tersebut bakal dirilis tahun ini. Di luar itu, Wimboh tak menutup kemungkinan pengetatan ketentuan mengenai investasi yang diizinkan untuk IKNB. “Kami lihat kembali apakah yang sudah ada perlu diperketat,” kata dia.

(Baca: Sri Mulyani dan Erick Thohir Bakal Buka-bukaan soal Kasus Jiwasraya)

Adapun beberapa perusahaan asuransi kini tengah jadi sorotan, dari mulai Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera, Jiwasraya, hingga Asabri. Ini seiring masalah dalam pengelolaan keuangan dan investasinya. Jiwasraya, misalnya, mengalami gagal bayar polis seiring rugi investasi saham. Kini, masalah pengelolaan investasi di Jiwasraya tengah didalami oleh Kejaksaan Agung.  

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan