BCA Siapkan Perusahaan Teknologi untuk Gandeng WeChat Pay

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Ameidyo Daud

14/1/2020, 06.00 WIB

Setelah WeChat Pay, BCA juga siap bekerja sama dengan Alipay

bca, wechat pay, fintech
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja di ICE BSD, Tangerang, Banten (22/2). Jahja mengatakan BCA siap menggandeng perusahaan teknologi internasional untuk menyiapkan sistem pendukungnya WeChat Pay.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyebut kerja sama dengan WeChat Pay bisa terwujud secepatnya. Saat ini, BCA siap menggandeng perusahaan teknologi internasional untuk menyiapkan sistem pendukungnya.

Sebelumnya Jahja menargetkan pengguna WeChat Pay bisa bertransaksi melalui mesin perekam data elektronik (EDC) milik BCA pada Kuartal I 2020. WeChat juga sudah mengantongi izin operasional dari Bank Indonesia sejak tanggal 1 Januari lalu.

"Kami mau gandeng mereka (perusahaan teknologi internasional). Kalau kami sudah, baru nanti bisa (kerja sama dengan WeChat Pay)," kata Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja ketika ditemui di Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (13/1).

(Baca: WeChat Pay Resmi Beroperasi di Indonesia, Alipay Segera Menyusul)

Jahja mencontohkan platform pembayaran milik Tencent itutelah sukses menjalin kerja sama dengan CIMB Niaga lantaran CIMB sudah punya perusahaan teknologi sendiri. “Kalau kami harus menunggu dulu proses internal kami dengan perusahaan teknologi,” kata Jahja.

Selain WeChat Pay, BCA juga siap bekerja sama dengan platform asal Tiongkok lainnya yaitu Alipay. Meski begitu, Jahja memperkirakan, kesepakatan dengan WeChat Pay bakal terwujud terlebih dulu dibandingkan dengan perusahaan milik Jack Ma itu.

WeChat Pay menjadi salah satu platform asing yang sudah bisa beroperasi di dalam negeri usai menggandeng CIMB Niaga sebagai bank untuk menyelesaikan transaksi (settlement). Sementara perizinan Alipay hingga kini masih diproses.

Untuk bisa beroperasi di dalam negeri, platform sistem pembayaran asing harus bekerja sama dengan bank berkategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 4 dengan modal inti minimal Rp 30 triliun.

"Baru CIMB Niaga dengan Tenpay atau WeChat Pay," ujar Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI Filianingsih kepada Katadata.co.id, beberapa waktu lalu.

(Baca: Nasib Mengambang Uang Elektronik Alipay di Indonesia)

Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan beberapa waktu lalu menjelaskan pihaknya telah menyiapkan EDC agar dapat mendukung pembayaran digital itu

"Januari kami set up mesin-mesin EDC, saat ini sebagian EDC kami sudah bisa melayani WeChat Pay. Sedangkan perizinan kerja sama dengan Alipay masih berproses di BI," terang Lani akhir tahun lalu.


Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan