KPPU Minta Pemerintah Segera Terbitkan Izin Impor Bawang Putih

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Yuliawati

13/2/2020, 23.03 WIB

KPPU beralasan impor dapat mencegah lonjakan harga bawang putih lantaran terbatasnya jumlah pasokan.

izin impor bawang putih, KPPU
ANTARA FOTO/Ampelsa
Pedagang menumpukan bawang putih impor dari Cina di Pasar Induk Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Selasa (11/2/2020).

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendorong pemerintah menerbitkan izin impor bawang putih.  Kementerian Perdagangan rencananya menerbitkan izin impor 62 ribu ton bawang putih dalam waktu dekat.

KPPU beralasan impor dapat mencegah lonjakan harga bawang putih lantaran terbatasnya jumlah pasokan. "Bila memenuhi syarat dan aturan mengapa pemberian izin impor harus ditahan? " kata Komisioner KPPU Guntur Saragih di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/2).

Guntur mengatakan kebutuhan pasokan bawang putih mencapai 40 - 50 ribu ton per bulan. Sebanyak 95% dari pasokan tersebut merupakan produk impor asal Tiongkok. Sementara itu, produk lokal disiapkan untuk proyek swasembada bibit pada 2021.

(Baca: Tak Terpapar Corona, 62 Ribu Ton Bawang Putih Siap Impor dari Tiongkok)

Bawang putih merupakan produk pertanian yang cepat rusak yang mampu bertahan di gudang selama enam bulan. Sehingga, kata Guntur, penundaan impor akan semakin memperkeruh susasana di pasar.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyatakan lembaganya  sedang memproses izin impor 62 ribu ton bawang putih dari 103 ribu ton izin rekomendasi yang diberikan Kementerian Pertanian.

"Dalam proses, sudah ini kita proses, yang baru masuk dalam proses itu sekitar 62 ribu ton dan akan segera terbit," kata Oke Nurwan.

Menurut dia, persetujuan impor itu sudah bisa diproses karena persyaratannya sudah lengkap. Meski begitu, Oke belum bisa menjelaskan detail jumlah importir yang akan segera mengantongi izin impor untuk 62 ribu ton bawang putih tersebut.

(Baca: Impor Bawang Putih di Tengah Virus Corona Bisa Picu Kenaikan Harga)

Ia menyatakan impor akan didatangkan dari Tiongkok atau India. Impor dari Tiongkok ditindaklanjuti karena berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), bawang putih bukan merupakan media penularan virus corona.

Selama dua tahun terakhir, impor bawang putih meningkat meskipun sebelumnya sempat turun pada 2014 hingga 2016. Pada 2018, total volume impor bawang putih Indonesia mencapai 583 ribu ton, meningkat 4,16% dari tahun sebelumnya yang sebesar 559,7 ribu ton. Sementara itu, nilai impor bawang putih pada 2018 menurun 16,5% dari US$ 596 juta menjadi US$ 497,3 juta. Berikut Databoks impor bawang putih:

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan