Pemprov DKI Jakarta Cek Suhu Tubuh Semua Penumpang Transportasi Umum

Image title
3 Maret 2020, 12:49
transportasi umum, thermal gun, pendeteksi suhu tubuh, jakarta, anies baswedan, virus corona
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Sejumlah warga mengantre untuk menaiki bus di Jakarta, Jumat (14/2/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan alat pendeteksi suhu tubuh (thermal gun) pada sarana transportasi umum dan memperbanyak fasilitas cuci tangan untuk meminimalisir penyebaran virus corona.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan alat pendeteksi suhu (thermal gun) pada sarana-sarana transportasi umum untuk mencegah penyerbaran virus corona atau Covid-19. Selain itu, fasilitas cuci tangan akan diperbanyak bagi penumpang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan seluruh moda transportasi umum di ibu kota telah menyiapkan langkah-langkah praktis untuk meminimalisir risiko penyebaran virus mematikan tersebut. Kendati demikian, pemerintah masih terkendala jumlah thermal gun yang masih minim.

"Sudah disiapkan thermal gun untuk mengukur suhu, semuanya disiapkan dan salah satu yang dibahas adalah pengalokasian sumber daya yang cukup karena jumlah thermal gun yang tersedia terbatas," kata Anies saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3) malam.

Menurut dia, saat ini fokus pemerintah adalah melindungi masyarakat dari penyebaran virus mematikan ini. Meskipun, masuknya virus corona di ibu kota dipastikan akan mengganggu jalannya roda perekonomian.

(Baca: Cegah Penyebaran Virus Corona, Pemprov DKI Batasi Izin Keramaian)

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan belum akan membatasi operasional transportasi umum seiring dengan adanya dua orang warga negara Indonesia (WNI) yang terpapar virus corona atau Covid-19. 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meningkatkan keamanan di setiap sarana-sarana transportasi umum untuk mengantisipasi penyebaran virus mematikan tersebut.

Budi mengatakan bahwa langkah antisipatif tetap akan diterapkan pada tempat-tempat sarana transportasi umum seperti pelabuhan internasional, terminal dan bandara, suhu tubuh seluruh penumpang akan diperiksa sebelum keberangkatan. Apabila nantinya ada yang terindikasi mengidap virus tersebut akan segera dievakuasi oleh tim medis yang telah disiapkan.

"Sementara belum ada pembatasan. Cuma saya mengimbau saja kepada masyarakat terutama di angkutan umum, kendaraan darat, Transjakarta, bus dan sebagainya atau di kendaraan transportasi umum yang lain untuk menggunakan masker," kata dia beberapa waktu sebelumnya.

(Baca: Dua WNI Positif Corona, Kemenhub Belum akan Batasi Transportasi Umum)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...