Mal Sepi & Tutup Imbas Corona, Pengusaha Minta Insentif ke Pemerintah

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Ekarina

24/3/2020, 16.32 WIB

Dengan biaya operasional yang tinggi dan sepinya pembeli, membuat pusat perbelanjaan dan toko retail terus merugi.

Mall Sepi Imbas Corona, Pengusaha Mall Minta Insentif ke Pemerintah .
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Aktivitas pedagang di Mall Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (24/3/2020). Merebaknya virus Covid - 19 di Indonesia menyebabkan pusat belanja dan mall sepi pengunjung.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) meminta pemerintah memberikan sejumlah insentif dan keringanan pajak untuk mengurangi kerugian bisnis akibat pandemi corona. Jika kondisi ini terus dibiarkan, pengusaha khawatir hal ini bisa menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan mengatakan, sejak Covid-19 merebak di Indonesia, pusat perbelanjaan mencatat penurunan jumlah pengunjung. Dengan biaya operasional yang ditinggi, ditambah sepinya pembeli membuat pusat perbelanjaan dan toko retail terus merugi.

Terlebih setelah kebijakan social distancing diberilakukan, yang mana banyak tempat-tempat hiburan dan mal yang ditutup sehingga pendapatan kian menipis.

(Baca: Cegah Corona, Plaza Indonesia & Summarecon Mall Tutup Sementara Besok)

"Kami tidak ada pemasukan lagi makanya pajak-pajak kami minta ditangguhkan dulu. Kalau seperti ini terus ya mungkin bisa saja ada PHK massal apalagi jika pemerintah tidak mau memberi bantuan," kata dia saat dihubungi katadata.co.id, Selasa (24/3).

Kendati demikian, hingga kini kerugian masih dalam proses penghitungan lantaran banyak mall memiliki lokasi berbeda, ada yang di sekitar perkantoran, di pusat kota maupun di pinggiran kota. 

Senada, Wakil Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja juga menjelaskan kondisi pusat perbelanjaan saat ini dalam keadaan sangat sulit. Jumlah pengunjung terus menerus mengalami penurunan dari waktu ke waktu sehingga penjualan menjadi merosot tajam.

Oleh karena itu, pengusaha mendesak pemerintah segera membebaskan atau setidaknya memberikan keringanan atas beban biaya tetap yang ditanggung pengusaha setiap harinya.

(Baca: Peretail Sambut Langkah Pemerintah Batasi Pembelian Bahan Pokok)

"Kami berharap pemerintah dapat memberikan keringanan tarif listrik, tarif gas, pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Atau pembebasan sementara atas cicilan atau angsuran pinjaman bank, pengurangan bunga pinjaman bank sehingga kami bisa bertahan untuk melayani masyarakat," kata dia kepada katadata. 

Adapun jumlah kasus positif virus corona Covid-19 hingga Selasa (24/3) bertambah menjadi 686 kasus seiring dengan tambahan 107 kasus baru. Adapun korban meninggal akibat virus itu kini mencapai 55 orang dan 30 orang lainnya berhasil sembuh. 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan