Jumlah Korban Tewas Akibat Corona di Italia Dua Kali Lipat Tiongkok

Penulis: Desy Setyowati

26/3/2020, 08.49 WIB

Jumlah kematian akibat virus corona di Italia mencapai 7.503, atau dua kali lipat dibanding Tiongkok. Uni Eropa pun mengkaji stimulus ekonomi.

Jumlah Korban Tewas Akibat Corona di Italia Dua Kali Lipat Tiongkok
ANTARA FOTO/REUTERS/Manuel Silvestri/AWW/dj
Ilustrasi, seorang pekerja membersihkan Rialto Bridge dengan cairan desinfektan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19) di Venesia, Italia, Jumat (13/3/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona di Italia mencapai dua kali lipat dibanding Tiongkok per hari ini. Italia pun mendorong penerbitan obligasi bersama (joint bond) kepada Uni Eropa sebagai stimulus ekonomi di tengah pandemi corona.

Berdasarkan data John Hopkins, kasus positif virus corona di Italia mencapai 74.386 hingga Pukul 8.26 WIB. Dari jumlah tersebut, 7.503 di antaranya meninggal dunia.

Sedangkan di Tiongkok, jumlah kasusnya mencapai 81.667. Sebanyak 3.647 di antaranya meninggal dunia.

Selain Italia, kasus virus corona di negara Eropa lainnya seperti Spanyol, Jerman, dan Prancis termasuk yang tertinggi di dunia. Secara berturut-turut, jumlah kasus di ketiga negara itu mencapai 49.515, 37.323, dan 25.600.

(Baca: Kasus Menyusut, Tiongkok Sebut Penyebaran Virus Corona Belum Berakhir)

Karena itu, sebagian besar menteri keuangan Uni Eropa menyetujui gagasan untuk mencari dana. Setidaknya, mereka mengajukan permohonan batas kredit sekitar 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dari dana bailout bersama yang disebut European Stabilization Mechanism (ESM).

Namun, belum ada kesepakatan tentang penerbitan utang bersama di 19 negara anggota, yang menggunakan mata uang euro. Rencananya, hal itu akan dibahas dalam rapat melalui video conference hari ini.

Gubernur bank sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde meminta para menteri memberikan pertimbangan serius terkait obligasi bersama atau ‘obligasi corona’ tersebut.

Sumber Reuters mengatakan, posisi Jerman saat ini seperti pada krisis utang Eropa 2010-2012. Upaya menerbitkan ‘obligasi corona’ dinilai akan ditentang oleh parlemen dan konstitusional.

(Baca: Efek Corona, Penggunaan VPN di AS, Italia & Tiongkok Naik hingga 160%)

Menjelang video conference Kamis waktu setempat, sembilan negara yang dipimpin oleh Prancis, Italia dan Spanyol menyerukan penerbitan instrumen utang bersama yang dikeluarkan oleh lembaga Eropa. Hal ini untuk mengumpulkan dana di pasar.

"Dengan memberikan pesan yang jelas bahwa kami menghadapi kejutan unik ini bersama-sama, kami akan memperkuat Uni Eropa dan Uni Ekonomi dan Moneter, memberikan pesan terkuat kepada warga tentang kerja sama dan tekad Eropa untuk memberikan respons yang efektif dan bersatu,” kata mereka dalam surat bersamanya, dikutip dari Reuters, Kamis (26/3).

Surat itu juga ditandatangani oleh para pemimpin Portugal, Irlandia, Luksemburg, Slovenia, Belgia dan Yunani. (Baca: Jumlah Kematian di Italia Akibat Virus Corona Lampaui Tiongkok)

Melalui surat tersebut, mereka meminta Uni Eropa mengeksplorasi instrumen-instrumen lain, seperti dana khusus dari anggaran pada 2020 dan 2021. Dana ini untuk pengeluaran terkait penanganan pandemi corona.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan