Positif Corona Melonjak, Singapura Tutup Sekolah dan Kantor Satu Bulan

Penulis: Safrezi Fitra

4/4/2020, 12.02 WIB

"Kami telah memutuskan bahwa alih-alih melakukan pengetatan secara bertahap selama beberapa pekan mendatang," kata Perdana Menteri Singapura.

Ilustrasi, Pemerintah Singapura melaporkan kasus pertama kematian akibat virus corona di negara tersebut. Ada dua orang tewas akibat terinfeksi Covid-19 dan salah satunya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
ANTARA
Ilustrasi, Pemerintah Singapura melaporkan kasus pertama kematian akibat virus corona di negara tersebut. Ada dua orang tewas akibat terinfeksi Covid-19 dan salah satunya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah Singapura akan menutup sekolah dan sebagian besar tempat kerja selama satu bulan. Ini sebagai bagian dari langkah ketat Singapura untuk mencegah lonjakan infeksi virus corona baru-baru ini.

Singapura mendapat pujian internasional atas perjuangannya selama dua bulan melawan virus, yang menginfeksi lebih dari 1 juta orang secara global. Negara ini tidak menerapkan langkah karantina wilayah yang hampir dilakukan di seluruh dunia.

Namun, kini situasinya sudah mengkhawatirkan. Otoritas Singapura mengatakan rekor lonjakan infeksi terjadi pekan ini. Data Worldmeter menunjukkan total kasus corona di Singapura per 3 April 2020 sudah mencapai 1.114 kasus. Padahal sepekan sebelumnya masih 445 kasus.

(Baca: Cegah Penyebaran Covid-19, antara Social Distancing atau Lockdown)

"Kami telah memutuskan bahwa alih-alih melakukan pengetatan secara bertahap selama beberapa pekan mendatang, kini kami akan mengambil langkah tegas guna mencegah peningkatan infeksi " kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong melalui pidatonya.

Tempat kerja akan ditutup mulai 7 April sedangkan sekolah juga akan ditiadakan mulai 8 April 2020. Hanya layanan penting seperti pasar, supermarket, klinik, rumah sakit, transportasi dan perbankan yang diperbolehkan buka.

(Baca: Gelombang Kedua Covid-19, Tiongkok Isolasi Kota Jia)

Pengunjung restoran harus membungkus makanan untuk dimakan di rumah. Sedangkan warga diminta tidak mengunjungi keluarga dan kerabat yang berlainan rumah, terutama jika ada orang lanjut usia di rumah tersebut.

Pengumuman tersebut memicu masyarakat untuk memburu kebutuhan pokok. Terlihat antrian panjang di depan toko-toko di seluruh wilayah dan warga memborong barang belanjaan meski pihak berwenang mengatakan pusat perbelanjaan akan tetap beroperasi.

(Baca: Lockdown India Ganggu Pasokan, Izin Impor Gula Diusulkan Dibebaskan)

 "Saya bergegas ke sini sejam yang lalu karena kawan saya mengirim pesan tentang karantina wilayah. Bahkan sekarang di toko ini, sejumlah rak sudah kosong," kata Kim Melissa (57), yang baru saja kehilangan pekerjaannya di restoran."Jika tidak ada pekerjaan dan juga makanan...itu menyedihkan sekali."

Menjawab hal ini, Perdana Menteri mengatakan pemerintah akan mengumumkan bantuan lebih bagi rumah tangga dan usaha pekan depan.

(Baca: Pandemi Corona Menjalar ke Negara Miskin, Risiko Lebih Besar Mengintai)

Reporter: Antara

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan