UMKM Terimbas Corona, Menteri Teten Pilih Beri Bansos Ketimbang Kredit

Penulis: Fahmi Ahmad Burhan

Editor: Desy Setyowati

15/5/2020, 18.55 WIB

Menteri Teten khawatir pelaku usaha mikro kesulitan membayar pinjaman. Karena itu, ia usul memberikan bansos bagi UMKM yang terimbas pandemi corona.

UMKM Terimbas Corona, Menteri Teten Pilih Beri Bansos Ketimbang Kredit
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Ilustrasi, perajin menyelesaikan pembuatan gitar di sentra produksi gitar rumahan Arya Guitar Custom di kawasan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) memilih untuk memberikan bantuan sosial (bansos) kepada pelaku usaha ultra mikro yang terkena dampak pandemi corona, ketimbang pinjaman. Sebab, kementerian khawatir mereka kesulitan membayar kredit.

"Kalau diberikan pembiayaan, bisa macet. Bisa dipakai untuk makan," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat konferensi pers secara virtual, Jumat (15/5).

Sebab, banyak usaha ultra mikro yang penjualannya anjlok terkena dampak pandemi virus corona. Apalagi, mayoritas dari mereka belum terhubung dengan platform digital seperti e-commerce.

(Baca: Grab Beri Pelatihan Lima Startup untuk Bantu UMKM Terdampak Corona)

"Banyak pedagang makanan kuliner di sekitar perkantoran tidak terhubung dengan market online. Tidak ada aktivitas dengan kegiatan ekonomi," kata Tetan.

Karena itu, ia memutuskan untuk memberikan bansos ketimbang pinjaman. Hal ini juga sudah disampaikan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat rapat terbatas (ratas).

Untuk menanggulangi dampak pada usaha ultra mikro tersebut, pihaknya mendorong adanya program bansos. Teten mengaku sudah mengusulkan bansos tersebut dalam beberapa kesempatan rapat terbatas (ratas) dengan presiden.

Meski begitu, ia mencatat ada beberapa UMKM yang masih bisa bertahan atau bahkan penjualannya meningkat selama pandemi Covid-19. Rerata dari mereka sudah terhubung dengan platform online.

(Baca: Tren Baru E-Commerce: Restoran Jual Online Kopi Literan & Makanan Beku)

"Mereka ada inovasi misalnya, menjual rendang siap saji atau makanan beku. UMKM banting setir buat masker kain. Saya kira hal seperti itu ditangkap sebagai peluang," ujar Teten.

Untuk itu ia mendorong agar pelaku UMKM bermigrasi dari offline ke online. Sejauh ini, Kementerian mencatat sekitar 8 juta pelaku UMKM yang terhubung dengan pasar online

"Dalam masa saat ini, kami dorong harus lebih banyak lagi yang bergabung dengan platform online," kata dia. Kementeriannya pun bekerja sama dengan e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee untuk memperluas cakupan pasar UMKM. 

(Baca: Menristek: Sektor Digital Bisa Minimalkan Efek Negatif Pandemi Corona)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan