Meski Pendapatan Kuartal I Naik, Lippo Karawaci Merugi Rp 2,1 Triliun

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Agung Jatmiko

30/6/2020, 12.57 WIB

Peningkatan beban usaha memangkas kinerja pendapatan yang akhirnya membuat Lippo Karawaci mencatatkan rugi pada kuartal I 2020.

Ilustrasi, uang rupiah. PT Lippo Karawaci Tbk mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 2,11 triliun pada kuartal I 2020.
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi, uang rupiah. PT Lippo Karawaci Tbk mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 2,11 triliun pada kuartal I 2020.

PT Lippo Karawaci Tbk mencatatkan rugi bersih senilai Rp 2,11 triliun sepanjang kuartal I 2020. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, perseroan mampu mengantongi laba bersih senilai Rp 50,02 miliar.

Mengutip laporan keuangan perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa, Selasa (30/6), kinerja pendapatan sebenarnya positif. Pada kuartal I 2020, pendapatan usaha tercatat sebesar Rp 3,1 triliun, naik 8,47% dibandingkan raihan periode yang sama tahun lalu.

Mayoritas pendapatan Lippo Karawaci berasal dari segmen Real Estate Management & Services, yang tercatat sebesar Rp 2,4 triliun, naik 7,3% dibandingkan kuartal I 2019. Segmen bisnis ini, berkontribusi sebesar 77% dari total pendapatan perusahaan.

Selain itu, perseroan juga mampu mengantongi pendapatan dari penjualan lahan industri sebesar Rp 59 miliar, serta lahan komersial dan rumah toko sebesar Rp 57 miliar. Transaksi ini bersifat sekali, sebab pada kuartal I 2019 perseroan tidak mencatatkan penjualan pada segmen ini.

Kemudian, anak usaha Lippo Karawaci, PT Siloam International Hospitals Tbk juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Pada tiga bulan pertama tahun ini, pendapatan Siloam tercatat sebesar Rp 1,88 triliun, tumbuh 9,7% dibandingkan kuartal I 2019, yang sebesar Rp 1,71 triliun.

Kontribusi Siloam terhadap pendapatan berulang atau recurring income perseroan juga meningkat, dari 75,9% pada kuartal I 2019, menjadi 77,5% pada kuartal I 2020.

Meski demikian, catatan positif dari akun pendapatan ini terpangkas oleh naiknya beban usaha Lippo Karawaci. Sepanjang kuartal I 2020, beban usaha perseroan tercatat sebesar Rp 1,03 triliun, meningkat 9,9% dibandingkan kuartal I 2019, yang sebesar Rp 940,86 miliar.

(Baca: Terpukul Pandemi Corona, Lippo Karawaci PHK 676 Karyawan)

Beban usaha yang melonjak paling tinggi pada tiga bulan pertama tahun ini, berasal dari pos beban lainnya yang mencapai Rp 2,70 triliun. Jumlah ini melonjak 991% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang sebesar Rp 248,86 miliar.

Lonjakan tersebut disebabkan karena, sepanjang kuartal I 2020 Lippo Karawaci mencatatkan rugi selisih kurs sebesar Rp 2,39 triliun. Pada kuartal I 2019, perseroan tidak mencatatkan rugi pada akun ini.

Meski demikian, CEO Lippo Karawaci John Riady percaya bahwa kerugian akibat selisih kurs ini, tidak terjadi pada kuartal II 2020.

"Melihat perkembangan nilai tukar saat ini, kami perkirakan akan adanya penyesuaian selisih kurs yang menguntungkan di kuartal II-2020 sesuai dengan kebijakan akuntansi mark to market," kata John dalam siaran pers, Selasa (30/6).

Untuk rencana ke depannya, John mengungkapkan, Lippo Karawaci akan semakin berhati-hati menjalankan bisnis di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, yang membuat perekonomian menjadi lesu.

"Pada masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, kami akan terus berhati-hati dalam mengelola arus kas dan tetap fokus pada keunggulan operasional di bisnis inti, properti, dan healthcare," ujarnya.

(Baca: Jual Aset, Lippo Karawaci Tambah Saham di Siloam & Lippo Cikarang)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan