Banten Bidik Investasi Data Center di Kawasan Ekonomi Khusus ETKI BSD
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membidik peluang masuknya investasi berbasis teknologi seperti fasilitas pusat data (data center) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten di Bumi Serpong Damai (BSD).
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Provinsi Banten saat ini memiliki dua KEK yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.Kedua KEK itu adalah KEK Tanjung Lesung yang terfokus pada sektor pariwisata dan KEK ETKI Banten yang bergerak di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, dan teknologi digital.
Pemprov Banten berkomitmen mendukung pengembangan KEK ETKI Banten yang berada di kawasan BSD. Kawasan ini tengah mengajukan rencana perluasan area seiring tingginya minat investor.
"Nantinya akan banyak teknologi yang masuk, salah satunya data center. Kehadiran infrastruktur ini sangat diperlukan oleh pemerintah guna mendukung ekosistem digital di Indonesia," ujar Andra, seperti dikutip dari Antara, Selasa (15/9).
Demi mendukung pengembangan KEK, saat ini Pemprov Banten tengah menjalin kerja sama dengan pihak pengelola KEK ETKI untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan membuka akses pendidikan dan pelatihan yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.
"Kami telah membangun kerja sama dengan pihak pengelola. Mereka memfasilitasi anak-anak Banten agar memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas di sini," ujarnya.
Andra menyebut KEK ETKI Banten memiliki kemajuan yang signifikan. Dengan target investasi 20 tahun yang diproyeksikan mencapai Rp 18 triliun, pada tahun pertama kawasan ini mampu merealisasikan investasi senilai Rp 1,9 triliun dengan penyerapan tenaga kerja 1.773 orang.
Dalam lima tahun ke depan, kawasan ini ditargetkan mampu mencetak investasi senilai Rp 6 triliun. Pengembangan KEK tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan serapan tenaga kerja tetapi juga mampu mendongkrak ekosistem perekonomian Banten secara lebih luas.
"Harapan kami, keberadaan KEK ini mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten. Dengan ekonomi yang terus tumbuh, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat Banten," kata Andra.
Pengembangan KEK ETKI Banten
Kepala Divisi Operasional Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten Lindawaty mengatakan KEK ETKI Banten sebelumnya ditetapkan pada Oktober 2024 melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2024, dan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 59,68 hektare ini belum mencapai fase akhir pengembangan. Progres pembangunan kawasan itu telah mencapai 50%, khususnya di sisi timur. Sementara itu, sisi barat masih dalam tahap pengembangan.
Hingga saat ini, ada 29 tenant yang beroperasi atau membangun fasilitas di dalam kawasan, dari sedikitnya 50 pelaku usaha yang ditargetkan pada lima tahun ke depan. Sektor kesehatan tercatat sebagai salah satu daya tarik investasi di KEK ETKI Banten.
Beberapa bidang usaha kesehatan yang hadir meliputi In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung, klinik kecantikan dan estetika, klinik onkologi serta laboratorium genetik.
Pihak pengelola juga terus berkoordinasi dengan Pemprov Banten untuk memaksimalkan promosi kawasan dan membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.
"Kami bersama Pemprov Banten berupaya mempromosikan KEK melalui sistem aplikasi investasi. Selain itu, kami juga membuka peluang kolaborasi dengan mempertemukan (business matching) para pelaku usaha di sekitar kawasan dengan mitra bisnis yang sudah ada di kawasan," ujar Lindawaty.
