Luhut Sebut Kerja Sama Smelter Freeport - Tsingshan Segera Rampung

Image title
3 Februari 2021, 19:45
freeport, smelter, luhut binsar pandjaitan, tsingshan, pertambangan
Wahyu Dwi Jayanti | KATADATA
Ilustrasi. Pembangunan smelter tembaga Freeport dan Tsingshan Steel telah masuk tahap finalisasi.

Pembangunan pabrik pemurnian atau smelter tembaga PT Freeport Indonesia di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera, Maluku Utara mulai menemukan titik terang. Freeport dipastikan menggandeng perusahaan asal Tiongkok, Tsingshan Steel, dalam proyek ini.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kedua perusahaan akan membuat pabrik pemurnian tembaga menjadi kobalt dan asam sulfat. “Ini tinggal finalisasi perjanjian antara Freeport dan Tsingshan,” katanya dalam acara Tantangan dan Optimisme Investasi di 2021 - Special Dialogue IDX Channel, Rabu (3/2).  

Advertisement

Rencananya, produsen baterai listrik terbesar dunia asal Negeri Panda, Contemporary Amperex Technologi atau CATL, juga akan ikut bergabung. Luhut memperkirakan investasi yang masuk dalam tiga tahun ke depan mencapai US$ 30 miliar atau sekitar Rp 420 triliun. 

Ia mengatakan CATL telah menandatangani komitmen investasi sebesar US$ 10 miliar atau Rp 140 triliun. Lalu, produsen kobalt asal Tiongkok, yaitu Huayou Group, bersama Tsingshan dan Freeport akan menandatangani kontrak senilai US$ 2,8 miliar atau Rp 39,2 triliun untuk smelter. “Ini akan melahirkan turunan pabrik pipa dan kawat tembaga, mungkin sampai US$ 10 miliar,” ucap Luhut.  

Sebelumnya, lokasi smelter tembaga Freeport berada di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Nilai investasinya mencapai US$ 3 miliar atau Rp 42 triliun. Pemerintah lalu membuka opsi membangun pabrik pemurnian di Weda Bay, Maluku Utara. 

Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan perusahaan bakal memilih opsi yang paling ekonomis dalam pembangunan smelter. Untuk membangun pabrik di Weda Bay biayanya menjadi US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 25 triliun. “Kami tentu lebih prefer ke Halmahera,” katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR beberapa waktu lalu.

Halaman:
Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement