Pembiayaan Hulu Migas dari Perbankan Tahun ini Capai Rp 12,6 Triliun

Image title
30 Agustus 2021, 16:54
migas, perbankan
Katadata
Ilustrasi, pengeboran minyak lepas pantai.

Peran perbankan nasional dalam membiayai industri hulu migas dalam negeri cukup besar. Menurut data SKK Migas, dari target investasi hulu migas tahun ini sebesar US$ 12,3 miliar atau sekitar Rp 174 triliun, pembiayaan dari perbankan mencapai Rp 12,6 triliun.

Kepala Divisi Strategi Bisnis, Manajemen Risiko & Perpajakan SKK Migas, Eka Bhayu Setta mengatakan selama ini perbankan nasional memiliki kontribusi yang besar dalam mendukung industri hulu migas yang merupakan industri padat modal.

"Kontribusi perbankan sampai dengan sekarang ini bahwa investasi lebih Rp 12,6 triliun walaupun angka tersebut berkurang dibanding tahun lalu karena Covid-19," ujarnya dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Senin (30/8).

Dia pun berharap kondisi seiring dengan mulai membaiknya harga minyak mentah dunia ke level US$ 70 per barel, investasi dapat terus meningkat. Sehingga membuka peluang perbankan nasional kembali agresif memberikan pembiayaan.

Berdasarkan data SKK Migas, pada 2014 perbankan nasional pernah menyalurkan kredit sektor hulu migas hingga lebih Rp 50 triliun. Oleh karena itu ia optimistis pembiayaan dari perbankan nasional dapat meningkat seiring semakin gencarnya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di hulu migas.

Menurut dia sektor hulu migas masih cukup menarik bagi perbankan nasional karena masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan memberikan efek pengganda pada perekonomian daerah.

"Di level nasional kita ketahui bahwa setiap US$ 1 juta dollar investasi migas bisa memberikan nilai tambah US$ 1,6 juta. Menambah produk domestik bruto (PDB) US$ 0,7 juta dan membuka lapangan kerja bagi lebih 100 orang," katanya.

Target dan realisasi investasi hulu dan hilir migas nasional dapat dilihat pada databoks berikut:

Meski transisi energi baru dan terbarukan terus meningkat. Namun kebutuhan akan minyak bumi akan terus melonjak. Berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) tahun 2050 konsumsi minyak diprediksi akan naik 139% dari 1,66 juta barel minyak per hari (bopd) ke 3,97 juta bopd.

"Ini akan memberikan daya tarik bagi perbankan nasional karena dari tahun ke tahun kegiatan hulu migas masih memberikan kesan yang positif," ujarnya.

Persaingan dengan Energi Baru Terbarukan

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menilai era kompetisi industri hulu migas global akan semakin ketat. Menurut dia portofolio proyek hulu migas tidak hanya dibandingkan dengan proyek antar negara, namun juga dengan proyek dari energi terbarukan.

Untuk itu, dibutuhkan dukungan akan daya saing lokal yang lebih kompetitif. Termasuk di dalamnya adalah peran besar dari perbankan nasional dalam mendukung pembiayaan investasi hulu migas. "Ini sesungguhnya potensi baik buat perbankan nasional," kata Dwi beberapa pekan lalu.

Adapun dalam mengembangkan sektor perbankan, sejak tahun 2008, SKK Migas telah mewajibkan transaksi pembayaran pengadaan barang dan jasa melalui perbankan nasional. Melalui kewajiban ini, nilai transaksi jasa perbankan terus mengalami peningkatan.

Pemanfaatan perbankan nasional juga dilakukan melalui kewajiban KKKS untuk menyimpan dana cadangan untuk pemulihan kondisi lapangan setelah operasi (Abandonment and Site Restoration/ASR) yang dimulai pada tahun 2009, dimana sebelumnya hal tersebut tidak pernah dilakukan.

"Hal ini menunjukan adanya semangat yang sama antara industri hulu migas dan juga perbankan nasional dalam melakukan sinergi demi kemajuan masing-masing industri," katanya.

Menurut dia ketika pemerintah dan SKK Migas mendorong perusahaan hulu migas berinvestasi, maka kebutuhan barang atau jasa akan meningkat. Apalagi dengan capaian target 1 juta barel per hari (BOPD) dan 12 BSCFD di 2030.

Diperkirakan industri hulu migas dapat menarik investasi dengan total US$ 187 miliar, total pendapatan kotor sebesar US$ 371 miliar, proyeksi pendapatan negara sebesar US$ 131 miliar. "Ini menjadi peluang bagi industri perbankan nasional, termasuk BUMN untuk mengambil bagian dalam pembiayaan industri hulu migas," katanya.

Struktur investasi hulu migas yang memiliki jangka waktu proyek yang lama, diharapkan dapat disikapi sektor perbankan nasional dengan menawarkan rate bunga yang lebih kompetitif. Khususnya dengan jangka waktu yang berbeda dengan pinjaman komersial lain.

Sehingga bank nasional dapat bersaing dengan bank asing dalam pembiayaan proyek migas. Di mana Internal Rate Return (IRR) industri hulu migas minimal berada di kisaran 14% pada saat investasi awal.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Verda Nano Setiawan

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...