BPMA Siapkan Kontrak untuk Conrad Energy di Dua WK Migas di Aceh

Muhamad Fajar Riyandanu
11 November 2022, 15:45
lelang migas, wk migas, conrad energy,
Katadata | Dok.
Ilustrasi.

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) telah menyiapkan draf kontrak kerja sama menyusul ditetapkannya Conrad Asia Energy Ltd. sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Migas (WK Migas) Offshore North West Aceh (ONWA) di Blok Meulaboh dan Offshore South West Aceh (OSWA) di Blok Singkil.

Kepala BPMA Teuku Mohamad Faisal menyatakan, pihaknya siap mendukung Conrad Asia Energy dalam melakukan kegiatan eksplorasi di dua blok migas yang terletak di laut lepas Aceh tersebut.

“Kami berharap pasca pengumuman ini, koordinasi bisa langsung dilaksanakan dan kegiatan yang mendukung kelancaran pelaksanaan eksplorasi di Wilayah Kerja ONWA dan OSWA dapat terealisasi,” kata Faisal, dikutip dari siaran pers, Kamis (10/11).

Kedua blok migas yang dimenangkan itu diproyeksikan memiliki sumber daya yang cukup melimpah. Faisal menyebutkan total potensi di Blok Singkil dengan asumsi P50 atau estimasi terbaik adalah sebesar 296 miliar kaki kubik gas (BCF).

Sementara Blok Meulaboh memiliki potensi minyak bumi dengan asumsi P50 sebesar 192 juta barel minyak (MMBO) dan potensi gas dengan asumsi yang sama sebesar 1,1 triliun kaki kubik gas (TCF).

Potensi hidrokarbon diyakini berada pada Wilayah Kerja OSWA Blok Singkil dengan luas area kerja sebesar 8.200 km2 dan ONWA Blok Meulaboh seluas area 9.200 km2 dengan risiko geologi rata-rata moderate to high risk, khususnya di keberadaan source rock.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian ESDM menetapkan perusahaan hulu miyak dan gas bumi (migas) asal Australia, Conrad Asia Energy sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja (WK) migas Tahap I 2022 melalui penawaran langsung untuk WK Offshore North West Aceh, Meulaboh dan WK Offshore South West Aceh, Singkil.

Jumlah total investasi komitmen pasti dari dua WK migas tersebut sebesar US$ 30 juta atau sekitar Rp 470 miliar dan bonus tanda tangan sebesar US$ 100.000 atau Rp 1,6 miliar.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, mengatakan bahwa Conrad Asia Energy akan terikat komitmen pasti tiga tahun pertama untuk kegiatan akurasi data Geology & Geophysic/Geoscience atau (G&G), Seismik 3D 500 km2 dan 1 sumur eksplorasi di dua lokasi WK tersebut.

Adapun WK Offshore North West Aceh, Meulaboh terletak di lepas pantai Aceh seluas 9.182 km2 dengan total potensi sekitar 800 juta miliar barel minyak dan 4,8 triliun kaki kubik (TCF) gas. Blok ini dikelola dengan gunakan skema cost recovery dengan bagi hasil 60%:40% untuk produksi minyak dan 55%:45% untuk gas.

Sedangkan WK Offshore South West Aceh, Singkil terletak di lepas pantai Aceh seluas 10.700 km2 dengan total potensi sekitar 1,4 miliar barel minyak dan 8,6 triliun kaki kubik (TCF) gas. Blok ini dikelola dengan gunakan skema cost recovery dengan bagi hasil 60%:40% untuk produksi minyak dan 55%:45% untuk gas.

Keputusan hasil pemenang lelang berdasarkan hasil penilaian atas Dokumen Partisipasi dari peserta lelang yang kemudian ditetapkan dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Tutuka melanjutkan, hingga saat ini lelang reguler WK migas Tahap I 2022 masih berjalan untuk penawaran tiga WK yaitu Arakundo, Bengara I dan South Makassar.

"Jadwal akses dokumen lelang untuk lelang reguler masih dibuka sampai dengan tanggal 15 November 2022, sedangkan pemasukan dokumen partisipasi sampai dengan tanggal 17 November 2022," ujarnya pada Selasa (8/11).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...