Harga Minyak Naik 2% Didorong Prospek Pemangkasan Produksi OPEC

Happy Fajrian
21 November 2023, 09:53
harga minyak, opec
medcoenergi

Harga minyak naik 2% pada akhir perdagangan Senin (20/11) seiring OPEC yang mempertimbangkan untuk memperpanjang masa pemangkasan produksinya hingga ke 2024. Negara-negara anggota OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, akan bertemu pada 26 November 2023.

Minyak mentah Brent berakhir di level US$ 82,32 per barel, naik 2,1% atau US$ 1,71. Sedangkan minyak West Texas Intermediate (WTI) naik US$ 2,39 atau 1,8% ke US$ 77,83.

“Komentar OPEC yang mengisyaratkan pemotongan lebih lanjut terjadi tepat pada waktunya,” kata analis komoditas energi Again Capital LLC, John Kilduff seperti dikutip Reuters, Selasa (21/11). “Saya perkirakan pengurangan apa pun tidak akan terlalu besar. Saudi telah memangkas begitu banyak produksi, saya tidak tahu berapa banyak lagi yang bisa mereka lakukan.”

Goldman Sachs mengatakan bahwa berdasarkan model statistik keputusan OPEC, pemotongan yang lebih besar tidak boleh dikesampingkan mengingat penurunan posisi spekulatif dan rentang waktu, serta persediaan yang lebih tinggi dari perkiraan.

Harga minyak telah turun hampir 20% sejak akhir September karena produksi minyak mentah di AS, produsen utama dunia, berada pada rekor tertinggi, sementara pasar mengkhawatirkan pertumbuhan permintaan, terutama dari Cina, importir minyak nomor satu dunia.

Pedagang juga mengamati tanda-tanda kehancuran permintaan akibat kemungkinan resesi AS pada tahun 2024. Namun yang terpenting, para pedagang menunggu pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan pada hari Minggu (26/11).

Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates, mengatakan para anggota OPEC akan fokus pada pasokan dan permintaan dan tidak menggunakan minyak mentah sebagai senjata melawan AS, yang mendukung Israel dalam perang tujuh minggu melawan Hamas.

“Beberapa negara khawatir perang ini akan meluas ke konflik regional,” kata Lipow. “Mereka ingin melihat minyak mereka terus mengalir.”

​Adapun untuk pagi ini harga minyak turun tipis seiring dengan kekhawatiran melemahnya permintaan, dengan adanya potensi resesi di AS. Brent dan WTI terpantau turun 0,2%, Brent menjadi US$ 82,13 per barel sedangkan WTI US$ 77,68.

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...