PLN Targetkan PLTS Fase I di IKN Nusantara Beroperasi Februari 2024

Image title
Oleh Antara
27 November 2023, 15:58
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) PT PLN Nusantara Power.
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/tom.
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) PT PLN Nusantara Power.

PT PLN Nusantara Power (PLN NP) menargetkan fase pertama pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 10 megawatt (MW) di Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara beroperasi pada Februari 2024.

"Untuk sisanya, sebesar 40 MW, beroperasi pada Mei 2024," kata Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR, Senin (27/11).

Dengan target itu, harapannya pasokan listrik di IKN Nusantara pada Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2024 berasal dari PLTS.  

Proyek PLTS berkapasitas 50 MW itu juga dilengkapi sistem penyimpanan energi baterai (BESS). "Kami memakai baterai sebesar 10 MW," ucap Ruly. Implementasi BESS juga diterapkan di PLTS Bawean dan PLTS Terapung Cirata. 

Untuk pembangunan gardu induk di IKN Nusantara, penyelesaiannya telah mencapai 50%. Teknologi yang dipakai adalah gas insulated switchgear (GIS). 

Jadwal berikutnya adalah pemasangan peralatan di Maret hingga April 2024. "Target kami sudah beroperasi pada Mei 2024,” kata General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Kalimantan Bagian Timur, Raja Muda Siregar dalam siaran pers di Balikpapan, Kaltim, Senin (27/11).

GIS dipilih sebagai substansi sistem tenaga listrik lantaran menggunakan gas isolasi, yaitu sulfur hexafluoride (SF6) yang memiliki sifat menolak listrik yang sangat baik. Selain itu, dari sisi konstruksi GIS lebih kompak sehingga membutuhkan ruang fisik bangunan yang lebih kecil.

GIS juga lebih tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem seperti cuaca buruk, polusi, dan gempa bumi. "Keandalannya tinggi karena isolasi gas tidak dipengaruhi oleh kelembaban atau polusi,” papar Raja.

Pembandingnya adalah gardu induk biasa yang menggunakan sistem AIS (air insulated substation), yang menggunakan udara sebagai medium isolasi. Konduktor dan peralatan lainnya terpapar langsung ke udara sehingga AIS lebih rentan terhadap kondisi lingkungan ekstrem. 

GIS juga memerlukan pemeliharaan yang lebih sedikit. Karena isolasi gas tidak memerlukan perawatan rutin dan umumnya memiliki umur layanan yang lebih lama sementara AIS yang lebih banyak pemeliharaan karena komponen yang terpapar langsung ke udara dapat mengalami degradasi lebih cepat.

Saat ini sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan Timur dalam Sistem Mahakam telah tersambung dengan Sistem Barito di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Seluruhnya menghasilkan daya mampu sebesar 2.369 Mega Watt (MW). Daya tersebut surplus jauh di atas beban puncak yang saat ini masih 1.545 MW.

Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...