Kali ini PLN menggandeng ACWA Power, perusahaan energi asal Arab Saudi untuk mengembangkan PLTS Terapung di Danau Singkarak, Sumatera Barat dan di Waduk Saguling, Jawa Barat.
PT PLN Nusantara Power (PLN NP) menargetkan fase pertama pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 10 megawatt (MW) di Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara beroperasi pada Februari 2024.
Berkapasitas 192 megawatt peak (MWp) dengan luas 200 hektare, PLTS ini dibangun di atas Waduk Cirata yang berlokasi di tiga Kabupaten Jawa Barat, yakni Purwakarta, Cianjur, dan Bandung Barat.
Perusahaan teknologi tenaga surya asal Cina, Sungrow, akan menggarap proyek hidrogen hijau raksasa di kota industri masa depan futuristik Arab Saudi Oxagon, Neom City.
PLN menyatakan tidak pernah membatasi daya PLTS atap hanya 15% dari total kapasitas listrik terpasang. Pemasangan PLTS atap diperuntukkan bagi konsumsi sendiri bukan untuk ekspor ke PLN.
Uni-Charm Indonesia telah memasang PLTS di satu pabriknya sebesar 6 MWp. PLTS akan dipasang pada empat pabrik dengan target 100% beralih ke energi terbarukan pada 2030.
Pembangkit listrik tersebut merupakan PLTS terapung paling besar di Indonesia dengan produksi listrik 618 kWh per tahun. Adaro juga membidik sumber energi lain seperti angin hingga biomassa.
PT PLN bekerja sama dengan Abu Dhabi membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata yang berpotensi mengurangi emisi karbon sebesar 214.000 ton.