Konsumsi Batu Bara Untuk Kelistrikan Global Diramal Memuncak Tahun Ini

Happy Fajrian
5 Desember 2023, 13:52
batu bara, pltu, pembangkit listrik,
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Cerobong asap raksasa dari tujuh pembangkit listrik tenaga batu bara menjulang di atas desa Suralaya, Banten, Kamis (30/8).

Konsumsi batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) diprediksi mencapai puncaknya pada tahun 2023 seiring dengan berkembangnya sumber energi baru yang terbarukan dan rendah karbon dengan pesat.

Batu bara telah mendominasi sektor ketenagalistrikan global selama 30 tahun terakhir, namun pemodelan Rystad Energy menunjukkan bahwa tahun 2024 akan menandai dimulainya penurunan konsumsi seiring dengan semakin populernya pembangkit listrik tenaga surya dan angin.

Advertisement

“Pasokan listrik baru dari energi terbarukan diperkirakan akan melebihi pertumbuhan permintaan listrik, sehingga menyebabkan perpindahan batu bara mulai tahun depan dan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang,” tulis laporan Rystad Energy, seperti dikutip Oilprice.com Selasa (5/12).

Akibatnya, kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara akan turun sedikit menjadi 10.332 terawatt jam (TWh) pada 2024, turun 41 TWh dari 2023. Ini merupakan penurunan yang kecil, namun ini menjadi pertanda bahwa energi terbarukan akan terus melanjutkan jalur pertumbuhannya.

Ketika pangsa batu bara menurun, emisi karbon dioksida (CO2) juga ikut menurun. Berkat peran dominan batu bara dalam penyediaan energi dunia, sektor ketenagalistrikan menjadi penyumbang polusi global terbesar – menyumbang sekitar 40% dari seluruh emisi.

Selain itu investasi pada kapasitas batu bara dan penggunaan batu bara secara keseluruhan telah menurun di Eropa dan Amerika Utara dalam beberapa tahun terakhir karena kombinasi kebijakan emisi yang ketat dan melimpahnya pasokan gas alam yang terjangkau.

Namun, pertumbuhan yang bertahan lama di Asia, terutama Cina, telah menjaga konsumsi batu bara global tetap tinggi. Meski begitu, batu bara secara bertahap akan digantikan oleh pesatnya perkembangan sumber energi rendah karbon.

Sehingga akan menghasilkan sistem yang lebih bersih dan ramping bahkan ketika investasi pada kapasitas baru di Asia terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.

“Penggunaan batu bara di sektor ketenagalistrikan sedang mencapai puncaknya. Penurunan pembangkitan listrik batu bara pada 2024 mungkin kecil di atas kertas, namun hal ini menandakan dimulainya era energi terbarukan,” kata Carlos Torres Diaz, wakil presiden senior penelitian energi terbarukan dan ketenagalistrikan di Rystad Energy.

Namun Diaz menambahkan bahwa masih ada tantangan yang harus diatasi dalam sektor ketenagalistrikan yang banyak menggunakan energi terbarukan, termasuk permasalahan intermittensi.

“Oleh karena itu, pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas alam akan terus memainkan peran penting dalam menyediakan pasokan beban dasar dan fleksibilitas,” ujarnya.

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement