Jokowi Persoalkan Temuan Masalah Listrik Saat Kunker di Sumsel
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menelepon Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat berada di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Hal ini seiring temuan Jokowi dalam kunjungan kerjanya ke RSUD Rupit, Musi Rawas Utara. Dia menerima keluhan kurangnya pasokan listrik sehingga mengganggu layanan rumah sakit.
Ia memberi perintah kepada Dirut PLN untuk mengamankan stok listrik di daerah itu. “Langsung saya telepon Dirut PLN untuk menyelesaikan secepat-cepatnya,” ujar Jokowi pada wartawan, Kamis (30/5).
Kendati demikian, perintah ini tidak hanya berlaku untuk RSUD Supit. Jokowi minta PLN mengamankan stok listrik satu kabupaten. “Ini sudah disanggupi oleh Pak Dirut PLN,” ujar Jokowi.
Dalam kunjungannya ke RSUD Supit, Jokowi tidak menemukan masalah selain listrik. Ia mengatakan jumlah dokter spesialis di sana cukup, begitu juga dengan alat kesehatan. Biasanya, kata Jokowi, dua aspek ini yang menjadi masalah di rumah sakit.
Target 100% Rasio Elektrifikasi 2024
Kementerian ESDM mematok target rasio elektrifikasi 100% dapat tercapai pada 2024. Sebanyak 98,32% listrik berasal dari listrik PLN, dan 1,46% sisanya berlistrik non-PLN.
Program elektrifikasi nasional di tanah air kini tinggal selangkah lagi mencapai 100%. Kementerian ESDM mematok target tersebut rampung di 2024, menyusul sukses rasio elektrifikasi mencapai 99,78% di 2023.
Angka ini naik dari 99,67% di tahun 2022. Artinya, kurang hanya 0,22 persen agar genap 100%, yang berarti seluruh daerah di Indonesia telah menikmati aliran listrik.
Sementara itu, merujuk data ESDM, untuk rasio desa berlistrik tercatat 99,83%. Dengan capaian seperti itu, wajar jika Kementerian ESDM pada 2024 mematok target 100%, seluruh rumah tangga di Indonesia dapat menikmati aliran listrik, baik rasio elektrifikasi dan rasio desa.
Yang dimaksud dengan angka rasio elektrifikasi, adalah persentase perbandingan rumah tangga yang sudah mendapatkan listrik dengan total rumah tangga di Indonesia.
Sepanjang 10 tahun terakhir, capaian elektrifikasi ini angkanya terus meningkat secara signifikan. Ini tidak lepas dari inovasi Ditjen Kelistrikan Kementerian ESDM yang menginisiasi Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk memberikan bantuan kepada rumah tangga kurang mampu yang belum berlistrik.
“Kami berupaya untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Jadi target elektrifikasi 100% itu diharapkan tahun 2024 bisa diselesaikan,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif pada konferensi pers "Capaian Sektor ESDM Tahun 2023 dan Program Kerja Tahun 2024", awal tahun ini, Senin (15/1).
