Sambungan Listrik Gratis Sentuh Pelosok Kotawaringin Barat

Ringkasan
- IHSG diprediksi fluktuatif akibat rencana tarif impor dari Kanada dan Meksiko serta rencana OPEC+ untuk meningkatkan suplai.
- Phintraco Sekuritas merekomendasikan pelemahan IHSG ke kisaran 7.130-7.150, dengan rekomendasi beli saham PWON, BSDE, ANTM, ICBP, dan TAPG.
- MNC Sekuritas merekomendasikan koreksi IHSG dan memberikan rekomendasi beli pada saham BULL, INDF, ITMG, dan MEDC dengan strategi buy on weakness atau speculative buy.

Jangkauan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM semakin luas. Bahkan menyentuh masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Turiyah dan Jeri, dua dari sejumlah warga yang mendapat BPBL, mengaku bersyukur.
Turiyah (41 tahun), seorang janda warga Kelurahan Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat mengaku bersyukur saat ini sudah memiliki listrik di rumahnya.
Wanita paruh baya yang bekerja sebagai buruh di pabrik batako itu bercerita, sebelumnya ia mengandalkan aliran listrik dari rumah tetangganya.
Perasaan tidak enak kerap ia rasakan karena menyalur dari tetangga, sehingga ia hanya menyalakan lampu seperlunya untuk penerangan di rumahnya, bahkan ia memiliki penerangan tradisional untuk berjaga-jaga pengganti lampu di rumahnya.
"Dengan pekerjaan saya sebagai buruh pabrik batako belum cukup untuk bayar pasang baru listrik, sekarang alhamdullilah sudah punya listrik sendiri dari pemerintah," ucap Turiyah dikutip melalui keterangan tertulis, Kamis (26/12).
Perasaan senang dan syukur berkali-kali terucap dari Turiyah yang kini memiliki listrik di rumahnya, ia pun mengaku saat awal memiliki listrik sendiri, dirinya tidak bisa tidur semalaman karena merasa senang.
Begitupun dengan Jeri (63) warga Sungai Tendang lainnya yang menerima bantuan pasang listrik gratis dari pemerintah. Bapak yang tinggal bersama istri dan dua orang anaknya ini mengaku senang karena saat ini ia sudah memiliki listrik sebagai penerangan di rumahnya. Sebelumnya, ia hanya mengandalkan lampu tembok (petromak) sebagai alat penerangan di rumahnya.
Menjalani profesi sebagai buruh harian lepas, membuatnya tidak memiliki biaya pasang baru listrik di rumahnya. Penghasilan pas-pasan yang ia dapatkan apabila mendapat pekerjaan dari tetangga, diakui hanya cukup untuk membiayai makan istri dan anaknya sehari-hari.
“Alhamdulilah, dengan adanya listrik sekarang saya tidak pakai lampu tembok lagi dan sudah terang,” tutur Jeri.
Turiyah dan Jeri adalah dua dari penerima Program BPBL yang awalnya ditargetkan menyasar 150.000 rumah tangga se-Indonesia pada 2024.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu, Senin (23/12) di Jakarta mengatakan, realisasi program ini melampaui target awal yaitu sebesar 155.429 rumah tangga atau 103,61 persen.
"Capaian ini meningkat dibandingkan realisasi pada 2022 sebesar 80.183 rumah tangga dan pada 2023 sebesar 131.600 rumah tangga," ujarnya.
Jisman menjelaskan bahwa Program BPBL yang menugaskan PT PLN (Persero) sebagai pelaksananya ini bertujuan untuk memperluas akses listrik serta diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Program ini bersifat gratis dan tidak dipungut biaya apapun. Apabila pada pelaksanaannya terdapat pungutan liar, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan kepada kami, Kementerian ESDM melalui berbagai kanal seperti media sosial dan Contact Center 136," katanya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Muhktarudin dalam sosialisasi dan penyalaan pertama program BPBL di Kabupaten Kotawaringin Barat beberapa waktu lalu menyampaikan, program BPBL ini menjadi bukti bahwa negara hadir untuk masyarakat.
Ia yakin dengan tersedianya akses listrik yang berkeadilan ini dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat.
“Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Distribusi energi yang berkeadilan inilah yang menjadi titik perhatian kita semua," ucap Muhktarudin.