Freeport Terapkan Sistem ADT untuk Dukung Keselamatan Kerja dan Efisiensi Biaya

Ringkasan
- AKR Corporindo (AKRA) masuk dalam Indeks High Dividend 20 (IDXHIDIV20), yang berisi saham pemberi dividen tinggi dan likuid di bursa saham Indonesia.
- AKRA membukukan laba bersih sebesar Rp 1,46 triliun pada kuartal ketiga 2024, turun 14,1% secara tahunan, sementara pendapatan juga mengalami penurunan sebesar 4,6%.
- Pengendali AKRA, PT Arthakencana Rayatama dan Presiden Komisaris Soegiarto Adikoesoemo, gencar menambah kepemilikan saham AKRA dalam sebulan terakhir, menunjukkan kepercayaan terhadap kinerja dan prospek perusahaan.

PT Freeport Indonesia (PTFI) melaporkan peningkatan efisiensi biaya operasi sejak 2018 setelah menerapkan sistem Advance Digital Technology (ADT). Sistem ini dikembangkan sejak 2006 selama 12 tahun sebelum akhirnya digunakan dalam proses produksi tambang bawah tanah.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyampaikan bahwa perseroan mulai menjajaki pengembangan tambang bawah tanah sejak 2004. Hal ini dilakukan karena tambang terbuka Grasberg di Papua diproyeksikan tidak lagi menghasilkan mineral pada 2016.
"Keuntungan utama penerapan sistem ADT adalah efisiensi biaya produksi, yang diikuti oleh peningkatan keselamatan kerja. Sistem ini memungkinkan pengendalian tambang jarak jauh hingga 8 kilometer dari lokasi," ujar Tony dalam IDE Katadata 2025 di Jakarta, Selasa (18/2).
Menurutnya, semua mineral kini diangkut menggunakan kereta listrik nirawak dengan kapasitas 140.000 ton bijih per hari. Selain itu, sistem ADT dapat diakses oleh berbagai pihak sesuai dengan level keputusan masing-masing.
Produktivitas dan Efisiensi Operasional
Tony mengatakan, sebelum implementasi ADT, pekerja membutuhkan waktu tempuh dua jam untuk mencapai dan kembali dari lokasi tambang. Kini, dengan kendali jarak jauh, biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas tenaga kerja meningkat.
Dengan begitu, kegiatan produksi kini menjadi lebih padat modal. Namun, pengambilan keputusan dalam proses produksi tetap ditentukan oleh tenaga kerja perusahaan.
Ia juga menambahkan bahwa sistem ini mempercepat serta meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, termasuk dalam proses rekrutmen yang menyaring 60 tenaga kerja baru dari 60.000 pendaftar setiap enam bulan.
Di sektor pengolahan, sistem ADT turut meningkatkan produktivitas pabrik dengan bantuan kamera cerdas. PTFI telah memasang 1.000 unit kamera yang dapat memisahkan bijih mineral kering dan basah serta memantau faktor lingkungan seperti cuaca, curah hujan, dan kestabilan lereng.
Efisiensi Energi dan Teknologi Cloud
Selain meningkatkan efisiensi operasional, penggunaan sistem ADT juga berdampak pada penghematan energi. Tony mengungkapkan bahwa 80% data perseroan kini tersimpan melalui teknologi komputasi awan (cloud computing), meskipun masih ada sekitar 200 unit server fisik yang dioperasikan.
"Kami telah beroperasi selama 57 tahun di Indonesia dengan produk utama yang tetap sama, yakni emas, tembaga, dan perak. Jadi, inovasi yang dapat kami lakukan berfokus pada proses produksi," ujarnya.