Pertamina: 2 Juta Sub-Pangkalan Belum Terdaftar, Tetap Bisa Jual Elpiji 3 Kg

Ringkasan
- IHSG turun 0,37% ke level 7.211 pada hari Senin (5/2) awal pekan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 mencapai 5,05%, melampaui proyeksi lembaga.
- Saham teknologi mengalami penurunan, dengan GOTO dan BUKA mengalami penurunan masing-masing 5,56% dan 1,62%. Dari 11 sektor, sembilan melemah, dipimpin oleh sektor teknologi yang anjlok 2,40%.
- Bursa saham Asia juga didominasi penurunan, dengan Straits Times turun 1,67%, Hang Seng turun 0,28%, dan Shanghai Composite anjlok 2,30%. Namun, Nikkei terapresiasi 0,56%.

Pertamina Patra Niaga (PPN) mengungkapkan bahwa saat ini terdapat dua juta sub-pangkalan liquified petroleum gas (LPG) yang telah beroperasi, namun belum terdaftar secara resmi di perusahaan.
Meski demikian, Direktur Utama PPN Riva Siahaan menegaskan bahwa Pertamina tetap akan mendukung operasional sub-pangkalan tersebut.
"Saat ini sedang dalam proses pendaftaran tanpa adanya pengurangan aktivitas operasional," ujar Riva dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (20/2).
Untuk memastikan kelancaran pasokan LPG selama ramadan dan Idulfitri 2025, Pertamina menyiagakan 6.517 agen LPG, yang terdiri atas 5.659 agen PSO (subsidi) dan 858 agen non-PSO.
Selain itu, mereka juga menyediakan 273.242 pangkalan LPG PSO, 97.993 outlet LPG non-PSO, serta 212 agen minyak tanah, yang mencakup 197 agen PSO dan 15 agen non-PSO.
"Kami memastikan saat ramadan dan Idulfitri, pelayanan LPG 3 kg akan tetap berjalan lancar," kata Riva.
Dalam paparannta, Riva memperkirakan permintaan LPG selama periode tersebut meningkat 6,7% menjadi 30.926 metrik ton per hari. Ia memastikan pasokan LPG nasional tetap aman.
"Berdasarkan data per 19 Februari 2025, ketersediaan stok LPG nasional mencapai 14,63 hari dengan jumlah pasokan sekitar 25 ribu metrik ton per hari," katanya.