Pertamina Masuk Kandidat Penggarap Kilang Minyak Berkapasitas 1 Juta Barel
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Pertamina menjadi salah satu kandidat potensial untuk menggarap pembangunan kilang minyak baru berkapasitas satu juta barel per hari (bph). Proyek ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Saya pikir Pertamina salah satu pihak yang harus kami pertimbangkan karena merupakan badan usaha milik negara di bidang energi,” kata Bahlil saat ditemui di Cilegon, Banten, Kamis (13/3).
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah berencana membangun kilang baru untuk menjaga kualitas minyak. Meskipun Pertamina menjadi kandidat utama, keputusan akhir masih akan dibahas lebih lanjut oleh pemerintah.
Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional berencana meningkatkan kapasitas pembangunan kilang pengolahan minyak mentah dari semula 500 ribu bph menjadi satu juta bph.
Keputusan ini merupakan hasil rapat terbatas antara Presiden Prabowo dan jajaran Satgas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (10/3) malam.
Pembangunan di 16 Lokasi
Bahlil, yang juga menjabat sebagai Kepala Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, menyatakan bahwa pengadaan instalasi pengolahan minyak berkapasitas satu juta bph akan dilakukan di beberapa lokasi, termasuk Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
“Sehingga ini menjadi pemerataan. Lokasinya tersebar di 16 titik yang menjadi calon,” ujarnya dalam konferensi pers seusai pertemuan.
Rencana ini berbeda dari konsep awal yang mengusulkan pembangunan kilang berkapasitas 500 ribu bph di satu lokasi tertentu.
Perusahaan AS dan Cina Jadi Kandidat Penyedia Teknologi
Bahlil mengungkapkan bahwa dua perusahaan asal Amerika Serikat (AS) dan Cina menjadi calon penyedia teknologi untuk proyek kilang minyak ini.
“Kami telah meminta mereka untuk mempresentasikan teknologi yang akan digunakan pada Senin pekan depan,” ujarnya.
Terkait nilai investasi proyek, Bahlil mengatakan bahwa angka pasti pendanaan akan diketahui setelah presentasi teknologi dari kedua perusahaan tersebut.
“Nilainya mungkin baru bisa dipastikan setelah presentasi pada hari Senin,” ujarnya.
