Perang Iran-Israel Memanas, Pertamina Berencana Alihkan Rute Kapal Minyak

Mela Syaharani
23 Juni 2025, 12:12
kapal minyak pertamina, krisis iran vs israel
Pertamina International Shipping
Ilustrasi kapal minyak Pertamina.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Pertamina (Persero) berencana mengalihkan rute distribusi minyak mentah yang diangkut oleh kapal mereka ke jalur yang lebih aman. Hal ini dilakukan di tengah memanasnya perang Iran-Israel di kawasan Timur Tengah.

“Pertamina telah mengantisipasi hal tersebut dengan mengamankan kapal kami, mengalihkan rute kapal ke jalur aman. Melalui Oman dan India, misalnya,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso kepada Katadata.co.id, Senin (23/6).

Selain pengalihan rute alternatif, Pertamina juga sedang mengkalkulasi harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dengan adanya kondisi ini.  “Secara berkala akan di-review oleh Pertamina Patra Niaga dengan menggunakan sejumlah parameter, antara lain harga minyak mentah, kurs rupiah.” ucapnya.

Iran akan Tutup Selat Hormuz

Parlemen Republik Islam Iran telah menyetujui usulan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh kegiatan pelayaran, menyusul serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran. 

"Parlemen telah mencapai kesimpulan bahwa Selat Hormuz harus ditutup," kata Mayor Jenderal Esmaeli Kowsari, anggota Komisi Keamanan Nasional di Parlemen Iran, sebagaimana disiarkan televisi Iran Press TV, Minggu (23/6).

"Keputusan akhir mengenai hal tersebut akan ditetapkan oleh Dewan Keamanan Tertinggi Nasional," kata dia, merujuk pada otoritas keamanan tertinggi di Iran.

Menteri Perkapalan Yunani Vassilis Kikilias mengingatkan penutupan Selat Hormuz akan berdampak serius pada ekonomi global. “Jika Selat Hormuz ditutup akan mempengaruhi seluruh ekonomi global, bukan hanya sektor pelayaran,” ujarnya kepada stasiun TV SKAI, dikutip Senin (23/6). 

Kikilias mengatakan hampir 90% perdagangan global bergantung pada jalur laut. Penutupan selat akan mengganggu rantai pasok global jika selat ditutup dan terjadi pengalihan rute kapal melalui Afrika untuk mencapai tujuan utama di Eropa dan Amerika Serikat.

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Ibnu Chaldun, Ezza Habsyi, mengingatkan serangan AS ke Iran bisa menjadi lonceng perang yang menyulut krisis regional menjadi konflik global, sehingga bukan hanya merupakan eskalasi militer. 

Ezza mengaku tidak heran jika pasukan Iran bersiaga penuh di Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dunia. “Bila jalur tersebut ditutup, bukan hanya Tel Aviv yang akan terbakar, melainkan seluruh pasar global akan terguncang oleh lonjakan harga energi, inflasi, dan kepanikan finansial," ujarnya.

Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah lokasi di Iran pada Jumat lalu, termasuk fasilitas militer dan nuklir, yang kemudian mendorong Tehran untuk meluncurkan serangan balasan. Dua hari kemudian AS ikut campur dalam konflik tersebut dengan menyerang tiga fasilitas nuklir Iran.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...