Fakta Bobibos, BBM Berbahan Baku Jerami yang Namanya Terinspirasi Kucing Prabowo
Inti Sinergi Formula (Sultan Energi Indonesia Group) meluncurkan sebuah produk BBM bernama Bahan Bakar Orisinil Buatan Indonesia (Bobibos) pada Minggu (2/11). Berdasarkan akun instagram resminya, Bobibos mengklaim bahwa BBM mereka buatan anak bangsa, ramah lingkungan, murah serta berkualitas, dan lebih irit.
Founder Bobibos M. Ikhlas Thamrin mengatakan pembuatan BBM ini membutuhkan riset panjang selama 10 tahun. Dia menyebut adanya Bobibos berangkat dari keresahan akan ketergantungan Indonesia terhadap energi impor.
“Kami ingin membuktikan bahwa bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri melalui ilmu pengetahuan. Setelah lebih dari 10 tahun riset mandiri, akhirnya kami menghadirkan bahan bakar yang murah, aman, dan beremisi rendah,” ujar Ikhlas dalam siaran pers, dikutip Rabu (12/11).
Dia menyebut hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa bahan bakar Bobibos memiliki RON (Research Octane Number) mendekati 98, dengan performa yang mampu menempuh jarak lebih jauh dibandingkan bahan bakar konvensional.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia belum bisa berkomentar banyak mengenai Bobibos. “Kami pelajari dulu,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di DPR, Selasa (11/11).
Berikut fakta-fakta Bobibos seperti yang dirangkum Katadata, Rabu (12/11):
Berbahan Baku Jerami
Ikhlas mengatakan bahan baku Bobibos berasal dari Jerami. Dia menyebut dari jerami 1 hektare sawah bisa menghasilkan 3000 liter bahan bakar Bobibos. Baik untuk bensin atau bahan baku mesin diesel.
Dia menyampaikan bahwa pemanfaatan jerami sebagai bahan bakar tidak mengganggu produksi beras, justru memberi nilai ekonomi tambahan bagi petani. Bobibos diolah menggunakan teknologi khusus yang bisa mengubah jerami menjadi Bahan bakar nabati.
"Bobibos bukan hanya energi, tapi juga harapan. Kami ingin sawah tidak hanya menumbuhkan pangan, tetapi juga energi," katanya.
Salah satu penggagas Bobibos, Mulyadi mengatakan bahan bakar ini telah melalui tahap uji sertifikasi dari lembaga resmi di bawah Kementerian ESDM, dan siap dikembangkan lebih luas melalui kerja sama lintas sektor.
Terinspirasi Kucing Presiden
Nama Bobibos tidak sekadar singkatan, namun juga terinspirasi dari nama kucing peliharaan Presiden Prabowo Subianto, Bobby Kertanegara.
“Bobby sering jadi teman santai, teman cerita, bahkan teman mikir bagi orang-orang di sekitarnya. Dari kebiasaan Bobby yang tenang, Elegan, tapi penuh karakter, lahirlah nama Bobibos,” tulis akun instagram resminya, dikutip Rabu (12/11).
Bisa Digunakan untuk Motor dan Mobil
Dalam akun instagram mereka dituliskan bahwa Bobibos bisa digunakan untuk mobil dan motor. Sebab, bahan bakar ini memiliki dua jenis yakni bensin dan solar.
Mereka mengklaim bahan bakar ini bisa digunakan pada motor bensin, mobil bensin, mobil solar, traktor, kapal nelayan, serta mesin industri rakyat.
“Waktu peluncuran kemarin, Bobby Boss tidak hanya dites di motor, tapi juga di Toyota Alphard, Innova, serta Nissan Alfara bermesin diesel. Semua tanky kita cross habis, kita ganti dengan Bobby Boss. Dan hasilnya, mesin nyala tanpa kendala, saat dikendarai mobil berjalan dulu. Asapnya tipis banget,” kata Bobibos dalam akun instagram mereka.
Belum Dijual di Masyarakat
Manajemen mengatakan hingga saat ini Bobibos masih berkoordinasi dengan pemerintah untuk mendapatkan arahan dan memastikan seluruh prosesnya sesuai dengan regulasi yang berlaku. Hal ini dilakukan sebelum perusahaan memproduksi Bobibos dalam jumlah banyak.
“Sementara ini kami belum menjual, sedang berproses dan sesegera mungkin produksi,” kata Ikhlas.
Dia menyebut pihaknya juga berencana membuat satu piloting manufacturing, di area Jawa. Sebelum bertahap pabriknya akan menyebar di 10 kota atau seluruh wilayah provinsi di Indonesia.
Ikhlas juga berharap masyarakat nantinya bisa menjadi distributor Bobibos. “Saya berharap Bobibos membuka SPBU dengan kualitas luar biasa dengan harga sangat ekonomis. Saya akan membuka kerja sama dengan seluruh funding,” ujarnya.
