Lebihi Target, Pertamina Diprediksi Produksi Listrik Bersih 8,4 GW pada 2025
PT Pertamina (Persero) diproyeksikan akan memproduksi listrik yang berasal dari energi bersih sebesar 8,411 gigawatt per hour (gwh) di sepanjang 2025. Hingga Oktober 2025, jumlah listrik yang sudah diproduksi Pertamina mencapai 7,22 gwh.
“Produksi listrik 2025 diproyeksikan 8,4 gwh, melebihi (17%) dari target RKAP yang kami tetapkan,” kata Direktur Utama PT Pertamina (persero), Simon Aloysius Mantiri dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (17/11).
Meski melampaui RKAP, namun proyeksi produksi tahun ini sedikit lebih rendah dibandingkan 2024. Sebab pada tahun lalu jumlah listrik yang dihasilkan mencapai 8,475 gwh. Kendati demikian prognosa produksi listrik tahun ini 22% lebih tinggi dibandingkan 2022.
Jumlah proyeksi produksi listrik ini dihasilkan dari kapasitas pembangkit yang sudah terpasang sebanyak 3,1 GW. CEO Pertamina New & Re-Newable Energy, John Anis mengatakan kapasitas tersebut terdiri atas pembangkit gas 1.772 MW, panas bumi 727 MW berasal dari 15 WK, PLTS 584 MW, biogas 2,4 MW, dan karbon kredit 864k tCO2e.
Anis merincikan, di sisi internal dan eksternal, Pertamina mempunyai 58 MW PLTS terpasang yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Kabar baik kami sudah COD PLTP Lumut Balai 2, kapasitas 55 MW yang mulai onstream pertengahan 2025,” kata John Anis dalam kesempatan yang sama.
Proyeksi Laba 2025
Tidak hanya jumlah produksi listrik, dalam kesempatan yang sama PT Pertamina (Persero) juga memprediksi jumlah laba yang diraup perusahaan mencapai US$ 3,3 miliar atau Rp 54 triliun di sepanjang 2025. Jumlah tersebut naik Rp 4,5 triliun dibandingkan laba yang diperoleh perusahaan pada 2024 sebanyak US$ 3,13 miliar atau Rp 49,5 triliun.
BUMN bidang energi ini juga memprediksi bahwa perusahaan akan membukukan pendapatan sebesar US$ 68 miliar atau setara dengan Rp 1.127 triliun pada 2025. Adapun untuk EBITDA Pertamina diprediksi sebesar US$ 9,6 miliar atau Rp 158 triliun.
“Kontribusi Pertamina kepada negara sampai dengan bulan September 2025 mencapai Rp 262 triliun rupiah menjadikan Pertamina sebagai agen pembangunan utama melalui penerimaan pajak, non-pajak, dan dividen terbesar di antara seluruh BUMN Indonesia,” kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (17/11).
Berdasarkan paparannya, kontribusi pajak menyumbang porsi bagian terbesar yang mencapai Rp 159,2 triliun, PNBP sebanyak Rp 79,7 triliun, dan porsi dividen sebanyak Rp 23 triliun kepada Danantara
