Pertamina Buka Suara soal Kabar Harga Pertamax Naik Jadi Rp 17.850/Liter April
Beredar tangkapan layar atau screenshot di aplikasi perpesanan WhatsApp, yang menunjukkan perkiraan harga BBM atau Bahan Bakar Minyak pada April. Pertamina mengatakan informasi ini tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan gambar yang dilihat oleh Katadata.co.id, tertera logo Danantara. Tangkapan layar ini juga memuat perkiraan Harga Jual Eceran (HJE) BBM pada April, sebagai berikut:
- Pertamax: naik Rp 5.550 per liter dari Rp 12.300 menjadi Rp 17.850 per liter
- Pertamax Green: naik Rp 6.250 per liter dari Rp 12.900 menjadi Rp 19.150 per liter
- Pertamax Turbo: naik Rp 6.350 per liter dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.450 per liter
- Dex: naik Rp 9.450 per liter dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.950 per liter
- Dexlite: naik Rp 9.450 per liter dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.650 per liter
Katadata.co.id mengonfirmasi informasi tersebut kepada Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron. Ia menjawab informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar ini, tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga BBM per 1 April. Informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com .
“Pertamina mendukung imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak,” kata Baron kepada Katadata.co.id, Senin (30/3).
Katadata.co.id juga meminta konfirmasi kepada Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman, Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga dan Roberth MV Dumatubun. Namun belum ada tanggapan hingga berita ini ditayangkan.
Dalam tangkapan layar yang beredar itu, disebutkan pula kenaikan harga BBM seiring tren kenaikan Harga Indeks Pasar (HIP) di tengah lonjakan harga minyak dunia imbas perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Selain itu, penyesuaian harga BBM disebut mempertimbangkan perlunya gap harga yang cukup lebar dari pesaing demi memitigasi gejolak sosial di segmen Jenis BBM Umum (JBU) saat terjadi kenaikan harga yang signifikan.
