BPH Migas Sebut Stok Ketahanan LPG Capai 10-13 Hari saat Ramadan dan Idulfitri
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyebut rata-rata ketahanan stok liquified petroleum gas (LPG) atau elpiji mencapai 11,6 hari atau 10-13 hari selama periode Ramadan Idulfitri tahun ini.
Ketahanan ini terhitung sejak tanggal 12 sampai dengan 31 Maret 2026 atau 20 hari posko esdm periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 116.K/HK.02/MEM.S/2026.
“Penyaluran rata-rata LPG pada periode posko ini 34.206 metrik ton atau naik sebesar 6,5% dari rerata normal,” kata Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati dalam penutupan posko ESDM 2026, Selasa (31/3).
Puncak kenaikan penyaluran terjadi pada 16 Maret 2026 yaitu sebesar 33.428 metrik ton atau naik 4,1% dari rerata normal sebesar 32.111 metrik ton.
Dia menyebut Ditjen Migas melakukan pemantauan volume stok dan realisasi penyaluran LPG harian serta melakukan pengawasan lapangan untuk memantau kondisi penyediaan dan pendistribusian LPG ke penyalur dan juga sub penyalur LPG.
“Terdapat isu kelangkaan di beberapa wilayah namun dapat segera tertangani dengan baik,” ujarnya.
Selain LPG, Erika mengatakan secara umum kondisi ketahanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dilaporkan aman, baik untuk jenis gasoline, gas oil, kerosene, maupun avtur dengan ketahanan stok berhasil terjaga rata-rata di atas 20 hari. Berikut rinciannya:
- Gasoline dan gas oil ketahanannya di atas 20 hari
- Solar ketahanannya 18 hari
- Jenis bahan bakar umum seperti Pertamina Dex sekitar 40 hari
- Avtur sekitar 30 hari selama periode Posko Ramadan dan Idulfitri
Peningkatan Konsumsi Harian BBM Paling Signifikan pada Gasoline
“Peningkatan rata-rata konsumsi harian BBM paling signifikan terlihat pada gasoline dengan kenaikan sebesar 15%, sedangkan gasoil turun sebesar 18%. Adapun avtur naik sebesar 7,2% dibandingkan penyaluran normal,” ucapnya.
Erika menyampaikan penyaluran BBM tertinggi secara nasional pada produk gasoline saat arus mudik terjadi pada tanggal 19 Maret 2026 dengan kenaikan mencapai 37% dari penyaluran normal. Sedangkan untuk arus balik terjadi pada tanggal 25 Maret 2026 dengan kenaikan 20% dari penyaluran normal.
Adapun untuk produk avtur yang mendukung aktivitas transportasi udara, peningkatan tertinggi saat arus mudik terjadi pada tanggal 18 Maret 2026 dengan kenaikan mencapai 18% dari penyaluran normal. Sedangkan untuk arus balik terjadi pada tanggal 29 Maret 2026 dengan kenaikan 22% dari penyaluran normal.
“Untuk sektor gas bumi selama posko nasional berlangsung secara umum tidak mengalami kendala dan dalam keadaan aman,” katanya.
