Bahlil: Minyak Mentah Impor dari Rusia Tiba di Indonesia Bulan Ini

Mela Syaharani
17 April 2026, 14:19
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Menteri ESDM melaporkan hasil pertemuan dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri ESDM Rusia kepad
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./kye
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Menteri ESDM melaporkan hasil pertemuan dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri ESDM Rusia kepada Presiden Prabowo Subianto, antara lain mengenai Indonesia akan mendapat pasokan minyak mentah Rusia serta kerja sama pembangunan infrastruktur strategis untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan impor minyak mentah (crude) asal Rusia kemungkinan dikirim ke Indonesia mulai bulan ini. Dia menyebut pemerintah memang menargetkan agar impor asal Rusia tiba secepatnya.

“Insya Allah kalau untuk crude mungkin bisa (dikirim) bulan ini,” kata Bahlil saat ditemui di kantornya, Jumat (17/4).

Impor komoditas energi Rusia ini merupakan salah satu hasil pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pekan lalu. Dilanjutkan dengan pertemuan dirinya dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev.

Bahlil mengatakan alasan impor Rusia ini dilakukan karena kondisi geopolitik dunia tidak menentu.

“Kita tidak bisa mengharapkan (pasokan) hanya dari satu negara, harus ada diversifikasi. Insya Allah (stok) crude kita akan semakin baik,” ujarnya.

Bahlil tak menjelaskan lebih lanjut apakah impor minyak mentah ini menggunakan pihak ketiga. Dia hanya menyebut kerja sama ini saling menguntungkan dan sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Terkait harga impor, dia menyebut hal ini bergantung pada harga pasar dan hasil negosiasi. “Harganya pasti akan dinamis,” ujarnya.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyebut tak bisa merincikan berapa volume impor yang dilakukan ke Rusia. Kendati demikian dia mengatakan kontrak ini bersifat jangka panjang.

Dia mengatakan hubungan dengan Rusia sudah terjadi setelah Indonesia merdeka. Rusia menjadi negara yang memberikan bantuan kepada Indonesia saat bangsa Eropa menjajah.

“Hubungan ini dijaga terus, pergaulan Indonesia di kancah global menganut asas politik dan ekonomi bebas aktif. Ini merupakan konsekuensi sebuah negara yang independen, berkawan dengan semuanya,” ucapnya.

Harga di Bawah Pasar

Bahlil sebelumnya menyatakan pemerintah akan mengupayakan harga minyak mentah dari Rusia berada pada level ekonomis dan terjangkau nantinya. "

Minimal sama dengan harga pasar,” ujarnya. 

Dalam laporannya kepada Prabowo, Bakhil juga menyampaikan perkembangan rencana impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Rusia untuk memenuhi konsumsi domestik. Ini karena adanya kebutuhan impor nasional mencapai sekitar 7 juta ton per tahun. 

“Tetapi yang ini masih butuh perjuangan,  masih butuh komunikasi dua atau tiga tahap. Tapi kalau minyak mentah-nya saya pikir sudah hampir final,” kata Bahlil. 

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah melangsungkan kunjungan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin (13/4). Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih lima jam itu menyepakati sejumlah kemitraan jangka panjang di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM).  

Sekretaris Kabinet (Seskab), Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya, menyampaikan pertemuan kedua pimpinan negara di Istana Kremlin saat itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi Indonesia-Rusia di tengah dinamika global yang terus berkembang. 

“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” kata Teddy dalam siaran pers yang dirilis oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Senin (13/4). 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...