Prabowo Setop Rencana Ekspor Batu Bara untuk Atasi Pemadaman Listrik

Mela Syaharani
25 Juni 2026, 17:25
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Rakor tersebut untuk mengoordinasikan kebijak
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Rakor tersebut untuk mengoordinasikan kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah menahan beberapa rencana ekspor batu bara. Hal ini dilakukan untuk mencegah kembali terjadi pemadaman bergilir yang sebelumnya terjadi di Pulau Jawa.

“Atas arahan bapak Presiden, kami tidak ingin kejadian ini terulang lagi. Beberapa ekspor (batu bara) kami tahan untuk kebutuhan dalam negeri dahulu,” kata Bahlil dalam acara Energy Forum, Kamis (25/6).

Bahlil menyebut pemerintah telah melakukan rapat koordinasi untuk membedah terkait masalah PLN dan pemadaman bergilir. Rapat ini dilakukan Bahlil bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dia menyebut kondisi yang saat ini terjadi mirip dengan peristiwa 2022. Pada saat itu pemerintah juga mengeluarkan larangan ekspor batu bara.

Menurut Bahlil, masalah listrik ini urusannya menyangkut hajat hidup orang banyak. Oleh sebab itu menjadi kewajiban khususnya pemerintah dan PLN untuk menjaga dan memastikan agar masyarakat dapat dilayani dengan baik.

“Memang ada masalah teknis, ada masalah maintenance, tapi saya nggak perlu menjelaskan di sini,” ujarnya.

Tak hanya itu Bahlil juga menjelaskan bahwa total kebutuhan batu bara untuk PLN mencapai 154 juta ton tahun ini. Kementerian ESDM sudah memberi penugasan kepada perusahaan batu bara untuk menyediakan 180-190 juta ton. Dari jumlah tersebut perusahaan yang menyatakan kesediaannya sebanyak 160-170 juta ton. 

Hingga saat ini total perusahaan yang sudah teken kontrak dengan PLN mencapai 141 juta ton atau masih kurang 13 juta ton yang belum terkontrak.

Penyebab pemadaman

Kementerian ESDM sebelumnya mengungkapkan pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa disebabkan adanya gangguan di dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Cilacap, Jawa Tengah. Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno mengatakan gangguan tersebut terjadi di PLTU Cilacap unit 1 dan 4. 

“(Gangguan) nya itu di PLTU Cilacap (unit) 1 dan 4. (Tapi) insyaallah (saat ini) sudah tidak ada masalah,” kata Tri saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (22/6).

Tri menyebut gangguan tersebut dipicu adanya proses perawatan atau maintenance. PLTU Cilacap saat ini memiliki 4 unit pembangkit yang beroperasi. Unit satu memiliki kapasitas 300 megawatt (mw) yang sudah mulai beroperasi secara komersial pada September 2006. Unit ini berjalan menggunakan teknologi Subcritical Boiler.

Sementara itu, unit 4 tau 3A ini memiliki kapasitas 1000 mw yang sudah mulai beroperasi komersial pada November 2019. Unit yang memiliki kapasitas terbesar ini menggunakan teknologi Ultra Supercritical Boiler yang lebih efisien serta ramah lingkungan.

Hal ini selaras dengan pernyataan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bahwa pemadaman bergilir disebabkan salah satu pembangkit listrik sudah dipulihkan.  

“Salah satu pembangkit berhasil dipulihkan dan sudah sinkron dengan sistem kelistrikan Pulau Jawa. (Pembangkit) ini mulai memasok listrik untuk menambah keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” kata Darmawan dalam rekaman keterangan pers yang diterima Katadata dari PLN, Senin (22/6).  

Darmawan mengatakan pemadaman bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir karena dua pembangkit milik mitra PLN atau pembangkit independent power producer mengalami gangguan teknis dan keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Kedua pihak disebut langsung menangani masalah itu sehingga kini salah satu pembangkit sudah pulih.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...